Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pendekar Pusaka Gurun Gobi

Pendekar Pusaka Gurun Gobi

Dia lari ke sana, cepat tangkap Long Wan!” Long Wan segera melompat ke arah semak-semak, dengan gerakan cepat tangannya memetik ranting kemudian melontarkannya pada kelinci jantan itu. “Wut, crep!” Kelinci malang itu terkapar, lehernya mengeluarkan darah yang sangat banyak akibat terkena lontaran ranting tadi.
1020.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 827 kali sebagai kartun kelinci bwa bwa
Baca
+Pustaka
Kupu-kupu Kertas

Kupu-kupu Kertas

gerutu Wella dengan nada canda. “Mommy sudah melihatmu.” Axton lantas menurunkan kedua tangannya, tertawa. Ia kemudian setengah berlutut di hadapan Wella. Menggenggam kedua tangan Ibunya. “Kau merindukanku Mom hm?” Dalton mendadak mengonggong. “Guk. Guk.” Axton menoleh dan mengusap kepala anjing itu. “Bermainlah ke tempat lain Dalton.”
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 235 kali sebagai kartun kelinci bwa bwa
Baca
+Pustaka
Pendekar Naga Petir

Pendekar Naga Petir

“Apa itu?” Seekor kelinci sebesar anjing melompat keluar. Di keningnya ada tanduk kecil berkilau. Li Mei menjerit kecil. “Itu… kelinci?” “Kelinci Bertanduk,” jawab Qin Shan cepat. “Binatang buas peringkat satu. Jangan tertipu bentuknya.” Hewan itu menatap mereka dengan mata merah menyala, lalu melesat. Qin Shan maju satu langkah, tubuhnya bergetar seperti bayangan kilat. Satu pukulan keras meluncur.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai kartun kelinci bwa bwa
Baca
+Pustaka
Dimanja Suami Kontrakku

Dimanja Suami Kontrakku

Kelinci putih berlarian, burung parkit beterbangan di kandang transparan, dan Nathan berulang kali menjerit: “MAMIIII KELINCIII!!! PAPI LIATTT!!! KELINCI BANYAAAKKK!!!” Anita tertawa sampai matanya menyipit. Namun Nathan sudah keburu diturunkan oleh Rex dan berlari—dengan gaya dino tentu saja—ke arah kelinci. “Pelan-pelan, sayang… nanti kepleset.” Rex mengejar. “Buddy! Jangan kejar kelincinya, nanti kelincinya stres!” “Tapi lucuuuuu!” Nathan memeluk seekor kelinci seperti memeluk bantal.
1041.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai kartun kelinci bwa bwa
Baca
+Pustaka
Whispers of the Lost Princess

Whispers of the Lost Princess

“Tapi jangan lengah. Wajah cantik juga bisa menggigitmu sampai mati.” Ayundria menoleh cepat, waspada. Tapi yang ia lihat justru seekor kelinci berwarna emas melompat-lompat riang di rerumputan. Ia mendecak. “Kau selalu berlebihan.” Bill menyeringai lebar, lalu menunjuk si kelinci. “Lihat lebih dekat.”
10698 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai kartun kelinci bwa bwa
Baca
+Pustaka
Betrayal

Betrayal

tanya Callis dengan merapikan rambut Reis yang masih terduduk di pangkuannya. “Selly bawa kotak bekal yang bentuknya kaya kepala Mickey Mouse,” ujar Reis dengan mendeskripsikan bentuk kotak bekal seperti salah satu karakter kartun yang cukup terkenal. “Terus, isinya bentuknya juga lucu. Ada yang bentuknya kaya bintang, terus daging ayamnya juga dibentuk seperti kelinci.” Reis menceritakannya dengan semangat. “Oh iya, Mom! Ayam yang bentuk kelinci itu juga senyum sampe matanya merem, kaya gini…” Reis menirukan ‘senyuman’ dari bekal Selly dengan wajah yang sangat lucu.
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 223 kali sebagai kartun kelinci bwa bwa
Baca
+Pustaka
MEREKA BEBAS KETIKA KALIAN MATI

MEREKA BEBAS KETIKA KALIAN MATI

tanya seorang laki-laki sambil menarik tangan Cantigi tepat waktu sebelum benar-benar terjatuh. “Eh, tidak apa-apa, terima kasih!” jawab Cantigi singkat, lantas melihat ke arah Awan. Awan ternyata sudah berdiri sambil menggendong mahluk berbulu belang itu. Ternyata, mahluk itu hanyalah seekor kelinci hutan, yang melompat karena kaget saja dengan kehadiran manusia. Ukurannya yang besar dengan corak khasnya memang membuatnya sekilas terlihat seperti seekor harimau muda.
1010.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 297 kali sebagai kartun kelinci bwa bwa
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta Duda Bucin

Jerat Cinta Duda Bucin

Sussana berdecak, "Calon ulat bulu," ucap Sussana. "Ulat bulu?" tanya Akbar masih menggenggam erat tangan Sussana. "Iya ulat bulu yang suka nempel dan gatal. Teman Mas Akbar itu modelan kayak ulat bulu." Akbar mengajak Sussana berbelok pada toko pakaian khusus wanita, "Kita mau ngapain ke sini?" tanya Sussana menoleh pada suaminya.
9.8178.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.7K kali sebagai kartun kelinci bwa bwa
Baca
+Pustaka
TEROR BUNGA TASBIH HITAM

TEROR BUNGA TASBIH HITAM

tanya Jelita yang dibalas senyuman kecil dari gadis kecil di depannya. "Aku Bunga, kamu lagi main apa?" "Aku lagi mau megang Mimi tapi dia nakal." Jelita sedikit cemberut. Bunga tertawa kecil memamerkan barisan gigi kecil-kecilnya yang rapi. Ada dua giginya yang ompong membuatnya sangat lucu, sayangnya dia begitu kumal. Seperti anak tak pernah diurus. Bunga menjulurkan tangan mungilnya ke arah Mimi. Kelinci lucu itu tiba-tiba menjadi jinak dan menurut saat dipegang oleh Jelita.
1010.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 386 kali sebagai kartun kelinci bwa bwa
Baca
+Pustaka
Dokter Jenius Milik CEO Arogan

Dokter Jenius Milik CEO Arogan

Kegigihannya akhirnya membuahkan hasil! Elly sudah terbiasa dengan suaranya, kebersamaannya dan kelinci kecil dalam ceritanya. Jadi, Amber menceritakan kepadanya sebuah kisah, sebuah kisah yang benar-benar baru. "Dahulu kala ada seekor kelinci kecil, kelinci yang sangat lucu. Bulunya seputih salju dan matanya yang besar dan indah. Setiap orang yang melihatnya langsung jatuh cinta kepadanya. Dia jarang keluar rumah karena neneknya berpesan agar anak yang penurut tidak sembarangan pergi keluar karena ada orang jahat di jalanan.
1010.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 381 kali sebagai kartun kelinci bwa bwa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status