Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~

Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~

Aku sedang berada di tengah ring melawan Hatsuki. Sebelum pertarungan dimulai, kami saling bertatapan dengan mengancam satu sama lain dengan mata sayuku. "Ternyata kamu pendek juga, kucing bucin.," ejek Hatsuki. "Ternyata kamu rabun juga, ayam rabun..," balasku. Lawanku ini adalah seorang gadis yang memakai kacamata, dan yang anehnya adalah ia tak mau melepas kacamatanya.
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 199 kali sebagai kartun berkacamata
Baca
+Pustaka
MENGGODA DOSEN GALAK

MENGGODA DOSEN GALAK

Bagi Darris asal kamu memahami suatu pelajaran, maka dengan mudahnya kamu bisa mengerjakan semua. "Aku sengaja nggak pakai cabai, jadi pakai saos aja." Netanya membenarkan letak kaca matanya. Matanya tidak minus, tapi karena ia tak suka jadi perhatian orang, jadi memakai kacamata untuk menutupi dirinya. Kacamata selalu identik dengan seorang kutu buku, cupu dan tak punya banyak teman. Dari dulu, Netanya selalu merasa tak tenang jika berada di tengah keramaian, ia kurang pandai bergaul.
1019.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 615 kali sebagai kartun berkacamata
Baca
+Pustaka
Kita dan Cerita

Kita dan Cerita

kata laki laki dengan setelan jaket kulit dan celana hitamnya. “Raynal?” Raina terkejut melihat siapa wajah dibalik helm tersebut. “Kamu pikir aku siapa? Artis?” tanya Raynal masih memandangi Reina yang terkejut. “Ayo naik, mau pulang nggak?” tanya Raynal lagi. “Kok kamu sudah nggak pakai seragam? Ngapain disini?” tanya balik Raina. “Naik dulu, keburu sore” suruh Raynal.
18.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 433 kali sebagai kartun berkacamata
Baca
+Pustaka
KERUMUNAN ADALAH NERAKA

KERUMUNAN ADALAH NERAKA

seru Pak Karto kepada Vanua, matanya membelalak. "Pak Karto, mungkin itu burung hantu," jawab Vanua tenang, sambil menyeruput kopinya. "Burung hantu? Yang sebesar itu? Dengan mata merah menyala?" Pak Karto menggeleng. "Itu kuntilanak, Nak! Saya tahu betul!" Vanua menghela napas. "Pak Karto, sejauh ini belum ada bukti ilmiah tentang keberadaan kuntilanak atau makhluk halus lainnya. Apa Bapak melihatnya sendiri?"
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai kartun berkacamata
Baca
+Pustaka
Pertemuan Kedua : Dia yang Kembali

Pertemuan Kedua : Dia yang Kembali

Pada menit kedelapan Ayumi sudah lelah tersenyum, dengan lugu ia mengacungkan dua jari untuk meregangkan bibir. Hasil keluar saat matahari berada di puncak kejayaan. Ayumi melongokan kepala untuk mengintip apa yang Arkan pegang. Begitu benda itu menjumpai penglihatan, pupilnya yang terang terbuka lebar. "Apa-apaan ini?" racaunya dalam diam. Orang itu menggambar Arkan dengan tampan, sedangkan ia hanya diberikan wajah kartun. Dua mata besar, hidung berbentuk huruf c dan terakhir bibir melengkung lengkap dengan jari telunjuk.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai kartun berkacamata
Baca
+Pustaka
Dosen Galakku, Suami Rahasiaku

Dosen Galakku, Suami Rahasiaku

“Baik, Kak.” Sembari menunggu proses pembayaran dan pembungkusan, Mataya berjalan mengitari toko. Langkahnya berhenti di rak pakaian anak usia dua tahunan. “Lucu banget—” Dia mengambil dua kaos berukuran sama. Yang satu bergambar kepala beruang, satunya lagi bergambar kepala gajah. Tanpa sadar Mataya terkikik geli sendiri.
1063.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai kartun berkacamata
Baca
+Pustaka
Dilamar Nenek-nenek

Dilamar Nenek-nenek

ucap Mega berusaha membela Cakra. "Nih, dibawain bekal sama Mama." Cakra menyodorkan tas yang cukup imut di mata semua orang. Tas bergambar kartun kuromi berwarna ungu. "Hah," ucap semua karyawan yang melihat kejadian tersebut. Mereka semua menatap tanpa kedip dengan bibir sedikit terbuka. Tanpa ekspresi marah, si bos mengambil tas yang disodorkan Cakra.
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai kartun berkacamata
Baca
+Pustaka
IBUKU PELAKOR

IBUKU PELAKOR

kata perempuan berkacamata di hadapanku. Wajahnya sangat manis, kelihatan sudah berumur, mungkin seusia Bulek Ratmi. Ada tanda khusus di bibirnya. Seperti bekas luka yang sudah sangat lama, sehingga sedikit merubah bentuk bibirnya. Namun tak terlalu kentara. Mungkin dia pernah terjatuh dulu. ★★★KARTIKA DEKA★★★
8.821.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 803 kali sebagai kartun berkacamata
Baca
+Pustaka
Beda Usia, Beda Usaha

Beda Usia, Beda Usaha

Ati-ati! Aku tetap fokus menatap kedua matanya dan tidak melihat ke arah kartu nama yang saat ini masih ada di tangan kananku. “Zaman sekarang, percetakan itu udah banyak, dan kartu nama bisa dengan mudah dibikin. Apalagi kalo tujuannya buat nipu orang.” Dia tersenyum lebar sambil menatap kedua mataku balik. “Bisa dimengerti… Kamu perlu KTP juga nggak?”
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai kartun berkacamata
Baca
+Pustaka
Kacamata Penakluk

Kacamata Penakluk

KACAMATA HANYA DAPAT DILIHAT OLEH PEMILIK. Aku melepaskannya perlahan. Benda ini terasa asing, materialnya tidak seperti plastik atau logam yang pernah kusentuh. Begitu kacamata itu lepas dari wajahku, ia tetap padat di tanganku. Aku membolak-baliknya di bawah cahaya lampu. Tidak ada bekas sambungan, tidak ada sekrup. Ini bukan barang buatan manusia biasa.
3.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai kartun berkacamata
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status