Air Mata di Antara Bunga
“Soalnya aku pernah menangani laporan medis putra Keluarga Wicaksono. Dia menderita azoospermia, nggak mungkin bisa punya anak.”
Kata-kata itu menghantam Rangga keras sekali, seolah ribuan ton beban menghimpit dadanya.
Di dalam hatinya, Sarah selalu bak malaikat. Rapuh, lembut, penuh kebaikan.
Untuknya, Rangga rela menanggung semua pahit dan dosa. Namun kini, gambaran suci itu hancur seketika.
Ternyata, wanita yang selama ini dia lindungi sepenuh hati… hanyalah sosok hina penuh tipu daya!