Kasih Sayang Yang Datang Terlambat
"Dasar tua bangka, berani-beraninya kamu blokir kartu kreditku! Percaya atau nggak, aku akan mati biar kamu puas!"
Aku mendengus pelan, "Cih, hanya ini? Nggak ada seram-seramnya sama sekali."
Hingga saat ini, hanya tersisa kebencian pada ayahku di dalam hatiku. Tidak ada lagi rasa hormat ataupun kasih sayang.
Jika Rona bisa memakinya atas namaku, aku malah merasa harus berterima kasih padanya.
Bagaimanapun, aku sudah mati sekarang. Dia juga tidak punya cara lagi untuk mengancamku.