(Bukan) Gadis Matre sang Juragan
"Wahyu… kenapa kamu bisa sejahat itu pada kakak kembarmu sendiri?"
Wahyu mengangkat kepalanya, wajahnya dipenuhi penyesalan. "Aku… aku cemburu pada hidup Kang Bayu yang sempurna, Yah. Kang Bayu enerjik dan sehat. Sementara aku sakit-sakitan dan harus bolak-balik ke rumah sakit. Tapi sekarang aku sadar, Yah. Aku tidak bisa melawan takdir. Lagi pula itu semua bukan kesalahan Kang Bayu. Bukan juga kesalahan Ayah dan Ibu. Ini memang takdir. Selain itu, Kang Bayu juga sudah banyak berkorban untukku. Aku saja yang bersikap seperti anak kecil," tutur Bayu jujur.
Bu Sekar menutup wajahnya dengan tangan, terisak. "Syukurlah kalau kamu sekarang sudah sadar."
الفصول الرائجة