Menyulam Asa di Dua Hati
Indy, meskipun berasal dari Jakarta, membawa kesan yang berbeda: tutur katanya halus, gesturnya sopan, dan caranya berbicara membuatnya tampak jauh lebih dewasa dibandingkan perempuan seusianya.
Anggara terpesona seketika. “Siapa dia? Cantik sekali,” gumamnya, lebih kepada dirinya sendiri.
“Aku tahu dia,” sahut Reza, temannya yang duduk di sebelahnya. “Namanya Indira. Dia mahasiswa baru manajemen. Temanku kenal sama dia.”
Anggara tidak membuang waktu. “Bilang ke temanmu, kenalkan aku ke dia,” pintanya tegas, tanpa sedikit pun ragu.
Bab Populer