Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bukan Bunga Bakung

Bukan Bunga Bakung

Kelolalah resiko itu dengan seluruh dayamu, karena kamu sudah memilih. Kemudian, kalimat penutupnya yang membangkitkan bulu kuduk. “Nduk, pada akhirnya kamu tidak pernah boleh lupa, bahwa semua yang terjadi padamu, yakinlah kalau itu memang takdirmu. Jadi terimalah betapapun pahitnya dan tetaplah senyum menghadapinya,” begitu kata bu Marlina. “Nak, kamu ke Tokyo berapa lama kali ini? Sebelumnya acara mantunya Retno kamu sudah kembali ke Indonesia kan?” kembali bu Marlina bertanya pada Diandra melalui wa.
974 DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai kata baku malah
Baca
+Pustaka
Nona Hemat di Sarang Konglomerat

Nona Hemat di Sarang Konglomerat

BYUR! Hujan tumpah dari langit Jakarta seolah keran raksasa baru saja di buka penuh. Citra Melati merapatkan topi baseball hitam milik Damar yang menutupi separuh wajahnya. Ia melangkah cepat menembus lobi kantor agensi Bastian yang sudah sesak oleh lautan manusia.
964 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai kata baku malah
Baca
+Pustaka
Gelora berbahaya Kakak

Gelora berbahaya Kakak

Apakah benar? [Iya Mom, aku ada urusan sebentar di Paris. Aku tadi menghubungi Lily, tapi tak ada jawaban darinya. Apakah dia sedang sibuk?] Catlyn mengingat jika Lily tadi pamitan kepadanya. [Lily sedang berlatih balerina di gedung pelatihan.] [Baiklah Mom, aku ada urusan. Kapan kapan aku hubungi lagi ya mom.] [Iya, kamu hati hati di sana, Sayang.]
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 221 kali sebagai kata baku malah
Baca
+Pustaka
Petaka Satu Malam

Petaka Satu Malam

"Permisi, bu. Boleh saya duduk disini?" "O, boleh nak. Duduk saja." Kiara duduk di dekat ibu itu. Melihat barang dagangan ibu itu yang masih banyak. Ada cenil, bakmi, gethuk dan aneka jajanan basah lainnya. Ibu itu dengan telaten mengusir lalat yang hinggap. "Yang itu berapaan ya bu?" Kiara menunjuk bakmi. "Ooh, kalau itu terserah yang beli, Nak."
8.715.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 305 kali sebagai kata baku malah
Baca
+Pustaka
Katamu Uang Tak Kenal Saudara

Katamu Uang Tak Kenal Saudara

sahut Mbak Lilis. Bude Sri melengos. "Terserah! Yang penting mateng." Mbak Lilis mendekatiku. "Sebenarnya males aku kesini. Tapi, dipaksa sama Bude Sri," bisik Mbak Lilis. Aku tersenyum kecut. Aku juga males. Enak dirumah nonton India sambil ngemil rempeyek sisa kemarin.
7.840.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai kata baku malah
Baca
+Pustaka
Setelah Malam Itu

Setelah Malam Itu

lanjutnya meremas gemas paha Rebecca. *** Selamat membaca :) Follow me on I*: abigail_kusuma95 (Info seputar novel ada di I*)
9.8262.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.3K kali sebagai kata baku malah
Baca
+Pustaka
KACAMATA BERDARAH

KACAMATA BERDARAH

KACAMATA BERDARAH Written by David Khanz Part 2 ——————————————————— Tok! Tok! Tok! "Dek, bukain pintu, Dek!" seru Rehan begitu tiba di rumahnya. Wajah lelaki itu tampak pucat pasi disertai dengkus napas cepat turun-naik mengguncang dada, seperti tengah dilanda ketakutan. "Dek Shanti!" Kali ini suara Rehan lebih meninggi. "Cepet bukain pintu, Dek!"
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai kata baku malah
Baca
+Pustaka
AMORAGA

AMORAGA

"Lumayan, untuk tempat yang lo sebut markas. Menurut gue, ini lebih pantas disebut rumah kedua." "Markas Baskara memang rumah kedua buat gue. Ayo masuk!" *** Amora melangkahkan kakinya masuk ke dalam markas Baskara. Suasana sejuk langsung menyapa Amora. Jika kalian ingin tahu, markas ini benar-benar markas terbagus yang Amora temui. Setahunya, markas di novel-novel yang Amora baca selalu saja ada di rumah kosong, tempat rongsokan, atau tempat-tempat tak terpakai. Tapi markas ini, seperti markas yang ada di drama korea boys before flower tempat berkumpulnya F4. Amazing.
109.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 274 kali sebagai kata baku malah
Baca
+Pustaka
Sasakala

Sasakala

“ Arka, sudah ketemu Nyimas sama Hasta ? ” “ Sudah Pak de. ” Arka langsung duduk tegap untuk menjawab “ Apa baik – baik saja mereka ? ” Ditanyanya Arka, namun ia hanya terdiam. Tak ada pertanyaan lagi, tapi Arka masih terduduk tegap. Suasana kota Palembang sama saja dengan Surabaya. Jalanan sangat penuh disaat sore. Banyak pengguna mobil. Yang beerbeda hanya warung pempek yang tersebar dihampir setiap sisi jalan. Mereka menyajikan dengan berbagai variasi, ada juga yang menjual pempek bakar dengan menunjukkan cara pembakarannya didepan warung. Asapnya mungkin tercium lezat.
9.82.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai kata baku malah
Baca
+Pustaka
Duka Cita

Duka Cita

Kakinya terasa lemas, dan ia hanya ingin berbaring untuk beristirahat. “Kalau … Bunda nggak keberatan, boleh saya baring di sini sebentar?” pinta Cita ingin melepas sedikit saja dari stres dan panik yang melanda. Cita merasa masih belum sanggup berjalan, karena terlalu syok dengan kejadian barusan. “Sebentar aja. Kaki saya, rasanya lemes. Nggak bisa jalan.”
9.839.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai kata baku malah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status