Kisah Para Penggetar Langit
Ia lalu kembali menggunakan ginkang (ilmu meringankan tubuhnya)nya untuk melayang lagi di atas air dan menyusul ‘rakit’ Cukat Tong.
Begitu kembali, ia segera menggunakan ranting-ranting itu sebagai sebagai api unggun. Cio San tidak takut ‘rakit’ itu terbakar, karena sebelumnya, dia sudah membasahi dulu lantai ‘rakit’ dengan banyak air. Ketika ikan panggang sekedarnya itu matang, bau harumnya menyebar dan membangkitkan selera.
Mereka berdua menyantap dengan nikmat sambil duduk di atas ‘rakit’. Cukat Tong makan dengan sebelah tangan, karena tangan yang satunya harus mengendalikan burung-burung.