IBUKU PELAKOR
Dia kadang jadi buruh bangunan, kadang jadi sales, kadang jadi tukang cat, apa saja lah, yang penting menghasilkan duit.
Aku setuju saja. Tapi tanpa sepengetahuan Niken, aku mulai merayu Danu, tapi nggak norak. Dengan cara yang elegan lah. Jangan sampai aku dicap wanita murahan yang jarang dibelai. Danu termasuk rajin ke rumah. Jadi pertemuan kali terbilang lumayan intens. Kadang aku pura-pura jatuh di depannya, kadang aku pura-pura membutuhkan bantuannya, apa sajalah yang bisa membuat kulitku dan kulitnya bersentuhan dan membangkitkan gairahnya juga.