Salah Melamar
ucapku membuka obrolan.
“Kamunya saja yang kurang memperhatikan, Dijah. Maaf sebelumnya, aku pikir pernikahan kalian gak akan selama ini. Tapi, Masya Allah, aku baca novel karya suamimu. Bikin aku nangis.”
Lagi-lagi aku tersipu, ketika ada orang terdekat yang membicarakan tulisan Mas Ammar tersebut.
“Seperti itulah jodoh mempertemukan. Kita tak pernah tahu arah datangnya, dan semua berlalu begitu saja. Jodoh, maut, rejeki, hanya Allah yang tahu.”
Bab Populer