KEMBALINYA SANG RATU
“Di negeri salju, aku menemukan bahwa peradaban yang agung tidak hanya ditentukan oleh jumlah tentara atau kekayaan emas, melainkan oleh kebijaksanaan yang mengakar dalam setiap jiwa, oleh kemampuan untuk mendengarkan bisikan alam. Aku belajar bahwa kekuatan seorang pemimpin sejati terletak pada rasa, pada tanggung jawab untuk menjaga warisan leluhur—warisan yang harus kita bagi kepada generasi yang akan datang. Di sini, di tengah dialog lintas budaya, aku menemukan bahwa dunia bisa berubah jika kita memilih untuk mendengarkan, bukan untuk menguasai. Dan suatu hari, aku akan kembali ke Buton, membawa cahaya itu, untuk menyalakan Madrasah Langit dan mengukir sejarah baru yang tak terlupakan.”