Meminang Bu Dosen
“Loh, yang benar, Bang? Wah kebetulan yang sangat baik ini.”
“Ya—eh, Tita itu teman KKN dulu. Masih ingat kan, Ta?”
Tita mengangguk pelan. Ia bersyukur Narendra tidak mengungkit masa lalu.
“Kok, kaya syok gitu?”
“Apa? Enggak, kok. Cuma gak nyangka saja ternyata kalian bersaudara,” ujar Tita menutupi keterjutannya.
“Dunia tak selebar daun kelor,” imbuh Narendra sambil terkekeh. “Ayo siapa dulu yang mau diperiksa?”