SENDIAKALA
Sementara di sisi lain, Mas Risam tetap diam dengan wajah yang teramat kaku, membiarkan pengumuman itu menjadi bola panas yang membakar siapa pun di ruangan tersebut.
"Kenapa kamu mempermasalahkan status, Nindia? Kamu lupa jika suamimu dahulu hanya seorang OB di perusahaan? Jika saja tidak karena bantuan suami saya, suamimu tidak akan menjadi seperti sekarang." Suara Ibu mertua Mbak Aiza tenang, namun setiap katanya memiliki bobot yang mampu meruntuhkan kepercayaan diri siapa pun yang mendengarnya. Kalimat itu seketika membungkam bibir Bibi Nindia. Ia tertunduk, wajahnya memerah, dan tak lagi berani mengeluarkan sepatah kata pun. Ruang tamu yang tadi terasa penuh dengan bisik-bisik ketidaksu
Hot Chapters