Desah Di Kamar Sebelah
“Jangan salahkan kalau aku akhirnya mencari istri baru ya, Ma, kalau badanmu tiba-tiba berubah gendut. Ingat, Ma, tua-tua begini, masih banyak yang antre buat dijadikan istri olehku.”
Di balik kekehannya yang cukup lebar, tersirat candaan yang sangat menyakitkan hati Nami. Nami, Nalen, dan Rahima gagal lega. Mereka bertiga tegang lagi, menyadari bahwa tertawaan Anwar barusan bukan pertanda gurauan semata, melainkan curhat dari hati yang terdalam.
“Ya, palingan yang antre itu yang modelannya kaya Ina,” timpal Nalen penuh dendam.