Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sang Menantu Perkasa

Sang Menantu Perkasa

Bima memarahi Fauzi. Cendekiawan Agus sudah mengabaikan Fauzi. Dia menoleh, menatap Arjuna dengan menyanjung, lalu bertanya dengan sungguh-sungguh. Yang Mulia, bisakah kamu memberitahuku judul puisi ini? Dan apakah ada beberapa baris lagi di akhir puisi?" Arjuna melihat pria tua ini bertanya dari ibu kota hingga ke Kota Perai juga tidak mudah. "Judulnya 'Makam Angsa Liar'. Hari itu, ada dua bait yang belum aku ucapkan."
9.3428.3K viewsCompletedAdded to Library 14.1K Times as puisi chairil anwar karawang bekasi
Show Reviews (65)
Read
+Library
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Easy Loundry
ga cocok u pembaca kek aku yg menyanjung, pria dgn 1 wanita, yg g playboy, g apa2 jahat, intimidasi yg penting u 1 wanita, g suka pria yg gonta ganti wanita, celup sana celup sini. jd blm berani baca buku thor yg ini.. mianheee thorrr, nyari buku dgn judul yg laen milik thor aja...
Read All Reviews
Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam

Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam

Buana benar-benar orang yang tidak tahu malu! Chairil adalah pegawai rendahan di perusahaan, jadi dia tidak pernah melihat sifat asli bosnya. Chairil sangat kesal sampai-sampai tubuhnya gemetaran. Sementara itu, Arlo tetap bersikap tenang. Bahkan senyum di wajahnya makin lebar.
9.8536.9K viewsOngoingAdded to Library 11.8K Times as puisi chairil anwar karawang bekasi
Read
+Library
DOKTER SETAN

DOKTER SETAN

Aku memilih shift ruang rawat biasa, berharap jauh dari IGD yang belakangan terlalu banyak menyimpan misteri. Di ruang 5A, aku menemui pasien bernama Pak Maman—seorang pensiunan guru dengan keluhan nyeri dada. Usianya tujuh puluh, berbicara pelan, dan selalu membawa buku kumpulan puisi Chairil Anwar. “Kalau boleh tahu, kenapa Bapak selalu bawa buku itu?” tanyaku saat memeriksa nadinya. “Karena puisi tidak pernah mengkhianati. Tidak seperti manusia.”
1.6K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as puisi chairil anwar karawang bekasi
Read
+Library
Gairah Sopir dan Majikan

Gairah Sopir dan Majikan

teriak Slamet, suaranya menggema di antara tumpukan kontainer tua. Sebuah tawa sinis terdengar dari balik tumpukan kayu. Anwar muncul dengan penampilan yang sangat berantakan, matanya cekung namun penuh dengan api kebencian yang menyala. "Hebat lo, Met. Sopir pangkalan kesayangan Baskoro ternyata punya nyali juga," Anwar berjalan mendekat, tangannya masuk ke dalam saku jaketnya. "Gimana berita korupsi gue? Seru kan? Tapi lo lupa satu hal... gue pegang kartu mati keluarga mertua lo."
10583.6K viewsOngoingAdded to Library 18.7K Times as puisi chairil anwar karawang bekasi
Read
+Library
TRASHY

TRASHY

batinnya lagi dengan helaan napas yang teramat panjang 💔 Acara pensi berlangsung riuh dan meriah. Kalau yang menebak kelompok Dianalah pemenangnya, ya! Betul, mereka menang karena bakat yang ditampilkan sangat berbeda dari kelompok lain yaitu, musikalisasi puisi. Diana menulis puisi, Lia dan seorang gadis bernyanyi, satu perempuan memainkan okulele, dan gadis kurus bernama Putri bertugas membacakan puisi buatan Diana berjudul 'Mimpi dan Ibu', yang isinya sederhana. Begini :
103.3K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as puisi chairil anwar karawang bekasi
Read
+Library
If I Could Not Have You No One Could

If I Could Not Have You No One Could

Nur mendengar suara Pak Anwar dari dalam ruangan. Nur membuka pintu itu pelan-pelan. Sambil tersenyum, dia berkata dengan sopan, “Selamat pagi Pak Anwar.” Dianggukannya kepalanya pada si empunya kantor. Dilihatnya Pak Anwar duduk di kursi kerjanya, beliau sedang membaca berkas-berkas yang ada di depannya. Seperti biasa, beliau selalu memakai dasi, pakaian bisnis formal.
107.1K viewsCompletedAdded to Library 197 Times as puisi chairil anwar karawang bekasi
Read
+Library
Cinta Seroja

Cinta Seroja

Dari jauh datang sebuah mobil juragan Anwar yang baru datang dari Jakarta, ia berjalan gontai menuju teras. "Assalamu'alaikum ... sedang apa di sini?" juragan Anwar menginjakkan kakinya di teras. "Wa'alaikum salam. Baru pulang Pak?" ucap bu Hawa menatap suaminya. Anwar duduk di kursi sebelah Dirwan. "Bi ... bawakan saya air minum?" teriak Anwar. Tidak lama kemudian datang asistennya membawa segelas air putih. "Ini Juragan air minumnya."
9.73.7K viewsCompletedAdded to Library 141 Times as puisi chairil anwar karawang bekasi
Read
+Library
BAWA ANAK LELAKIMU PULANG, BU! (DI ANTARA DUA PILIHAN)

BAWA ANAK LELAKIMU PULANG, BU! (DI ANTARA DUA PILIHAN)

aku geleng-geleng kepala mendengar jawaban Mas Anwar. "Indri bukan tipe pengadu, Mas, kurasa semua itu bukan urusan Indri. Hanya Indri menyayangkan kenapa Mas Anwar bisa bertindak sejauh ini? Tak Mas pikirkankah bagaimana Sheril?" tegasku tak habis pikir. "Sheril bukan anakku, Ind. Aku mandul," ucapnya lirih, Mbak Dewi mengusap bahu iparku itu penuh kasih sayang sedangkan aku tesentak karena terkejut.
1026.7K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as puisi chairil anwar karawang bekasi
Read
+Library
Cinta Segiempat

Cinta Segiempat

Batin Dicky di sela-sela langkahnya menyusuri koridor yang ramai. Ketika sepatunya mulai menginjak lantai perpustakaan, seperti biasa, yang tercipta hanya keheningan. Dicky langsung berjalan kearah jajaran rak buku yang tinggi. Sebuah buku ia ambil dengan asal kemudian membawanya ke salah satu bangku. Aku. Karya Chairil Anwar. Dicky menghela napas membaca tulisan yang tertera pada sampul buku dalam genggamannya itu. Ternyata ia mengambil salah satu buku karya sastrawan terkemuka di Indonesia.
105.8K viewsCompletedAdded to Library 167 Times as puisi chairil anwar karawang bekasi
Read
+Library
AJUDAN SELEMBE

AJUDAN SELEMBE

72 Kelompok pimpinan Chairil tiba di rumah duka di Purwakarta, sore menjelang magrib. Seusai bersalaman dan berbincang selama belasan menit, tim Utari dan anak-anak diantarkan sopir bus ke hotel di pusat kota.
101.4K viewsCompletedAdded to Library 45 Times as puisi chairil anwar karawang bekasi
Read
+Library
PREV
123456

Frequently Asked Questions

Membicarakan puisi terbaik Chairil Anwar itu seperti mencicipi hidangan paling lezat di restoran favorit—setiap orang punya selera berbeda, tapi ada satu yang selalu jadi primadona: 'Aku'. Puisi ini bukan sekadar rangkaian kata, tapi teriakan jiwa yang melampaui zaman. Bayangkan energi raw yang tercurah dalam baris 'Kalau sampai waktuku / Kumau tak seorang kan merayu / Tidak juga kau'. Itu kemarahan, kesedihan, sekaligus keberanian yang jarang ditemui di karya sastra mana pun. Chairil menciptakan manifesto eksistensialis yang menyentuh relung paling dalam manusia: pemberontakan terhadap nasib, keinginan untuk tetap hidup meski tahu kematian pasti datang.

Yang bikin 'Aku' istimewa adalah cara Chairil bermain dengan kata-kata sederhana tapi mematikan. Ambil contoh 'Aku ini binatang jalang / Dari kumpulannya terbuang'—metafora ini menghantam pembaca seperti pukulan di solar plexus. Diksi 'binatang jalang' bukan hanya gambaran penyair sebagai outsider, tapi juga simbol semangat tak terkekang yang mirip dengan karakter Holden Caulfield di 'The Catcher in the Rye'. Bedanya, Chairil mengekspresikannya dengan intensitas khas Indonesia yang panas dan memabukkan.

Kalau mau melihat sisi lain genius Chairil, 'Diponegoro' juga layak dipertimbangkan. Puisi epik ini menunjukkan kemampuan luar biasa Chairil mengolah sejarah menjadi lirik yang berdentum. Tapi jujur, pesona 'Aku' tetap tak tertandingi karena universalitasnya. Puisi ini bisa dibaca mahasiswa kesepian di kos-kosan, seniman frustasi, atau bahkan CEO yang merasa terkungkung—semua akan menemukan cermin diri di sana. Chairil menciptakan mahakarya yang tetap relevan dari era kolonial sampai era TikTok, dan itu bukan prestasi kecil.

SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status