Sebatas Ibu Pengganti untuk Anak Presdir
Han hanya diam, menatap nenek itu tanpa ekspresi yang jelas.
“Kadang, kita terlalu sibuk menyimpan rasa sakit dan kemarahan sampai lupa bahwa orang lain juga terluka,” lanjut nenek itu. “Tapi luka itu tidak akan sembuh kalau tidak ada kejujuran. Kalau kau punya kesempatan, bicara lah. Jangan menunggu sampai terlambat.”
Kata-kata itu membuat Han sedikit terganggu, meskipun ia tidak memperlihatkannya. Ia hanya tersenyum kecil dan mengangguk sopan, lalu melangkah pergi tanpa menjawab lebih banyak.