Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suatu Senja di Tanah Senja

Suatu Senja di Tanah Senja

ujar Pramoedya. “Itu benar sekali, Pram. Ya, memang begitu. Maka dari itu penting sekali kita menjaga sikap kita. Orang banyak terluka bukan karena ditusuk pedang, tapi oleh perkataan,” kata Sersan Andi yang kemudian menyulut rokok kawungnya. “Selain itu, kita semua sama-sama tahu jika orang yang hatinya terluka lebih sulit disembuhkan daripada orang yang tangan atau kakinya tertebas pedang.”
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai kata-kata dibalik senyuman ada luka
Baca
+Pustaka
Mantan Suami Memohon Cintaku Lagi

Mantan Suami Memohon Cintaku Lagi

“Gue sih tragis. Selalu diselingkuhin atau diputusin. Alasannya selalu sama: katanya gue bikin mereka nggak merasa aman. Salah gue apa coba? Emang gue minta dilahirkan seganteng ini? Liat tiang listrik dikira gue tebar pesona.” Wajahnya tersenyum, tapi mata itu—mata cokelat pekat yang terlalu lebar untuk sebuah kebohongan—tak sepenuhnya ikut tertawa. Di balik gaya bicaranya yang sembrono, luka-luka lama itu masih mengintip dari balik sudut matanya. Mahesa menunggu sampai Lukas kehabisan keluhan, lalu menyahut dingin, “Siapa yang bilang kamu tuh manusia?”
1023.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 845 kali sebagai kata-kata dibalik senyuman ada luka
Baca
+Pustaka
Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Surya memaparkan bahwa luka adalah pintu menuju kebangkitan jiwa. “Tidak ada yang benar-benar sembuh tanpa pernah merasa remuk. Tapi setelah remuk, kita akan kembali menjadi utuh, lebih bijak.” Peserta menuliskan di kertas: Apa luka terbesarku? Apa pelajaran yang bisa kutarik darinya? Anya menulis: “Luka ditinggal orang yang kucintai. Pelajaran: aku bisa hidup, meski tanpa dia.”
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai kata-kata dibalik senyuman ada luka
Baca
+Pustaka
Tawanan Cinta Sang Penguasa

Tawanan Cinta Sang Penguasa

Sebuah senyum tipis, tapi dingin, perlahan terbentuk di sudut bibirnya. “Kau memang wanita yang luar biasa, Hiriety. Mengambil semua rasa sakit dan menjadikannya senjata sekaligus pelindung,” katanya dengan suara berat. “Tapi jangan lupa, luka itu bisa membusuk jika tidak dirawat dengan benar. Aku hanya berharap kau siap menghadapi kegelapan yang mungkin datang bersamanya.”
1014.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 571 kali sebagai kata-kata dibalik senyuman ada luka
Baca
+Pustaka
Dimanja Suami Kontrak

Dimanja Suami Kontrak

“Bisa-bisanya mereka menusukmu dari belakang. Itu sangat jahat. Tidak ada tidak pantas diperlakukan seperti itu.” Lura hanya tersenyum tipis, senyum yang lebih seperti penerimaan daripada kebahagiaan. “Aku sudah terlalu sering dikhianati. Mungkin karena itu aku tidak kaget lagi. Tapi tetap saja, sakitnya tidak bisa hilang.”
1016.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 445 kali sebagai kata-kata dibalik senyuman ada luka
Baca
+Pustaka
Hasrat Berbahaya sang Pewaris Duda

Hasrat Berbahaya sang Pewaris Duda

Sibuk memikirkan kosakata yang tepat untuk menumbangkan lawan. Kata-kata memang selalu jadi kelebihan sekaligus kekurangan wanita. "Kamu pikir posisi kita sama, makanya kamu bisa bicara seenaknya?" Suara Cecilia kembali terdengar Aku menatapnya prihatin dengan senyum terukir di bibirku. Serangan paling mematikan bukanlah pukulan, namun senyuman manis seorang musuh.
106.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 221 kali sebagai kata-kata dibalik senyuman ada luka
Baca
+Pustaka
Menikah Denganku

Menikah Denganku

“Yang kau lihat memang aku terlihat baik-baik saja. Tapi, apa aku punya pilihan?” Ya, tentang pilihan. Austin juga tak punyai pilihan untuk dirinya jalani selain mencarinya seperti ini. “Tidak semua senyum wanita itu tanda bahagia. Terkadang, di dalam senyuman itu terdapat berjuta luka dan berbagai maca, rasa duka. Begitu kira-kira yang bisa aku katakan. Kau rindu tapi bisa jadi aku yang lebih merindukan.”
97.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153 kali sebagai kata-kata dibalik senyuman ada luka
Baca
+Pustaka
Istri Sah Presdir Yang Terbuang

Istri Sah Presdir Yang Terbuang

Axel tersenyum miring. "Manusia pasti punya kesalahan tapi. Jika ada kesempatan, Papa tidak hanya ingin memperbaiki, tapi menebus kesalahan masa lalu dengan membahagiakan kalian." "Itu bisa dilihat dari kedalaman luka. Jika hanya tergores, maka akan sembuh sendiri dalam beberapa hari. Tapi, jika sangat dalam ... bahkan bekas jahitannya nggak akan hilang seumur hidup. Seseorang pernah mengatakan hal itu padaku. Dia juga bilang, nggak sema luka itu bisa disembuhkan. Jadi berhentilah mengganggu Mamaku jika mau paham!"
1091.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai kata-kata dibalik senyuman ada luka
Baca
+Pustaka
Menikahi Pria Culun Konglomerat

Menikahi Pria Culun Konglomerat

Bibirnya melengkung dan kali ini bukan sekadar senyum tipis, melainkan senyum tulus di tengah kerapuhannya. “Kamu selalu tahu cara bikin dunia terasa lebih ringan, Di,” katanya lirih. “Ya jelas. Itu pekerjaan utama sahabat ‘kan?” Didi terkekeh, mencoba mencairkan suasana lagi. Dalam hati Kanaya menyadari, mungkin benar jkalau jalannya belum selesai. Dan luka itu masih ada, meninggalkan bekas yang tidak akan pernah benar-benar hilang.
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai kata-kata dibalik senyuman ada luka
Baca
+Pustaka
Angin di Antara Kita

Angin di Antara Kita

Ada luka-luka yang tidak pernah berdarah, tapi meninggalkan bekas lebih dalam daripada goresan apa pun. Luka itu tidak terucap, hanya berdiam di balik senyum, terselip di antara tawa, dan membeku dalam tatapan mata yang sengaja dialihkan. Luka yang membisu—itulah yang kini dirasakan Nayla.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai kata-kata dibalik senyuman ada luka
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status