TEMAN WANITA AYAHKU
“Tapi siapa, sih, yang nggak tahu kalau sebuah senyum bisa lebih tajam dari pedang? Kata manisnya justru berasa kayak luka baru yang ditorehkan di atas bekas luka lama.”
May menelan ludah, suaranya merendah, nyaris berbisik. “Hanif, aku takut. Bukan cuma takut sama omongan orang, tapi takut Nanda akan terus ada di antara kita. Dia terlalu pandai main peran. Senyumnya manis, ucapannya manis, tapi aku tahu racunnya bisa meluluhkan siapa aja.”