Syair Singgasana 1 : Prahara Di Balik Kabut
Bayu tampak berpikir, “Berarti kita berada di masa lampau? Masa kerajaan Kutai, Banjar, Majapahit, dan sebagainya?”
“Tidak seperti itu...” Sandanu tersenyum sabar, “Waktu berjalan di sini tak ada bedanya dengan duniamu, tahun 2010, kan? Sama dengan di sini? Tak ada hal yang berbeda.”
“Tapi mengapa....”
“Pakaian, cara hidup, sarana, fasilitas, peradaban maksudmu?” Sandanu dengan cepat memotong.
“Saya hanya berpikir, kehidupan di sini lebih bergaya klasik. Saya pernah menonton televisi tentang kerajaan-kerajaan masa lampau. dan aku merasa di sini begitu dekat...”
Sikat na Kabanata