Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dulu Aku Memahami, Kini Aku Melepaskan

Dulu Aku Memahami, Kini Aku Melepaskan

Setiap kali ada acara kumpul keluarga, asisten wanita Steven kembali duduk di tempat yang seharusnya menjadi milikku. Aku bertanya pada Steven, “Dia duduk di tempat istri pemilik rumah, kamu tidak mau mengatakan apa-apa?” Steven menjawab dengan tidak sabar, “Kamu yang terlambat, jangan salahkan orang lain karena mengambil tempatmu. Kalau mau, duduk saja di kursi kosong sebelah sana. Kalau tidak mau, pergi!” Ketika aku hendak berbicara, suara hati Steven kembali terdengar. [Istriku, cepat marah ….] [Bilang kalau kamu membutuhkanku dan hanya mau duduk di sampingku ….] [Buktikan kalau kamu mencintaiku. Dengan begitu, aku baru bisa merasa tenang ….] Kali ini, aku tidak lagi menuruti isi hatinya.
1.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai dulu sekarang
Baca
+Pustaka
Dendam yang Tak Terlupakan

Dendam yang Tak Terlupakan

Ia hanya peduli pada perasaannya saat ini. Damar tampak benar-benar kebingungan atau berpura-pura sangat terkejut. Ia menjatuhkan sumpit yang tadi dipegangnya ke atas nampan dengan bunyi kecil. "Kenapa Mela? Ada apa? Kita bahkan dulu berpacaran," ucap Damar sambil mencoba menarik ikatan emosional mereka di masa lalu.
854 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai dulu sekarang
Baca
+Pustaka
Di Ujung Senja

Di Ujung Senja

semprot Yudha kesal, kenapa jadi menyebalkan sekali sih duda tua ini kalau pas jatuh cinta? Adnan mendengus kesal, sialan! Nggak sekalian nenek-nenek delapan puluh tahun nih? Adnan memijit pelipisnya, kenapa masalah percintaan di usia senja lebih rumit ketimbang masalah cintanya di masa muda dulu? "Nan, aku balik ke poli dulu deh, habis ini mau balik," Yudha bergegas bangkit, lalu melangkah keluar dari ruang praktek Adnan.
9.9266.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.3K kali sebagai dulu sekarang
Baca
+Pustaka
Istri Kesayangan Mafia

Istri Kesayangan Mafia

Darius berceloteh. “Aduh ... aduh ... males ah kalau ngomongin yang dulu, kuping sama hati aku sakit ... ganti ah topiknya,” keluh Zara sambil menutup kupingnya sebagai efek dramatis. Arkana langsung menarik istrinya untuk kemudian ia peluk. Penyesalan memang selalu datang di akhir karena bila di depan namanya pendaftaran. Dan Arkana juga tidak bisa merubah masa lalunya, apalagi semua itu tidak berarti baginya.
1086.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai dulu sekarang
Baca
+Pustaka
Terjebak Masa Lalu

Terjebak Masa Lalu

“Sayang..” “Sudah pagi, bangunlah,” Matahari menyapa sepasang suami istri ini dari arah jendela, menandakan hari sudah pagi. Olivia mengusap pipi suaminya yang masih tertidur pulas di sampingnya. Ia memeluk Cooper dengan penuh kasing sayang di pagi hari itu. Olivia sesekali masih tidak menyangka, jika kini dirinya menjadi seorang istri. Sudah menjadi istri, dimana ia harus melupakan semua masa lalunya dan memulai kehidupan yang baru bersama keluarga kecilnya nanti. Meskipun begitu, masa lalu yang tersulit ia lupakan masih tentang George. Mengingat George adalah pria yang memberikan kenangan terhebat untuknya. Sesekali George pun muncul dalam benak istri dari Cooper tersebut. Olivia kini haru
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai dulu sekarang
Baca
+Pustaka
SERPIHAN DENDAM MASA LALU

SERPIHAN DENDAM MASA LALU

Jawab Maya dengan senyum yang tidak kalah manisnya. Terdengar suara tawa disana, Maya sampai berdecak karena kesal. "Kembalilah, aku rasa tuan sudah tidak marah lagi padamu." Ungkap Maya. Richard menggeleng, "Aku terlalu menikmati hidupku sekarang. Ah, sudah dulu, ya, nanti saat Riannr kembali tolong katakan padanya temannya ini merindukan nya." Maya mengangguk, dia melambaikan tangan sebelum mengakhiri panggilan mereka.
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai dulu sekarang
Baca
+Pustaka
Dulu Pembantu Sekarang Menantu

Dulu Pembantu Sekarang Menantu

“Ibu bawa tas kamu ke kamar dulu. Kamu di sini, mau Ibu siapkan sesuatu buat kamu.” Aisha mengikuti saran dari ibunya. Melihat di sana kalau orang-orang masih bekerja. “Bu, kapan Ayah renovasi rumah?” “Udah beberapa bulan yang lalu. Sekarang Ayah udah mulai bangkit.” “Kenapa baru sekarang?”
56.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 211 kali sebagai dulu sekarang
Baca
+Pustaka
Cinta yang Dulu Begitu Indah

Cinta yang Dulu Begitu Indah

Dia diam-diam meneguk minuman, menelan semua kepahitan itu sendiri. "Setelah lama nggak nongol, sekarang cuma duduk di sini minum sambil murung? Sudahlah, jangan pikirkan laki-laki berengsek itu. Pikirkan hidupmu yang lebih baik." Beberapa teman sekolahnya yang sejak dulu melihat Nayla dan Renzo tumbuh bersama, saling bertatapan, tapi tidak ada yang menyebut nama itu lagi.
6.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai dulu sekarang
Baca
+Pustaka
Duke, Mengapa Kau Baru Memohon Saat Aku Pergi?

Duke, Mengapa Kau Baru Memohon Saat Aku Pergi?

Ia membutuhkan kertas, setidaknya bisa untuk menuliskan keinginannya. “Maafkan aku. Usia tua ini membuatku tidak bisa melakukan banyak hal termasuk melihat apa yang kau bicarakan.” Darian menelengkan kepala. Suara berat penuh simpati itu sedikit menggelitik hatinya. Duke itu meminta maaf atas kekurangannya sendiri bukan menyebut kekurangan lawan bicaranya—padahal sama-sama memiliki kekurangan. “Aku harap kau bisa mengerti.”
1020.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 539 kali sebagai dulu sekarang
Baca
+Pustaka
Cinta yang Telah Menjadi Masa Lalu

Cinta yang Telah Menjadi Masa Lalu

Dulu kamu mati-matian ingin menebus kesalahan pada Maira. Sekarang giliran aku? Maaf… aku berbeda darinya. Aku tak butuh itu.
6.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai dulu sekarang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status