VENDETTA
Di dalam benaknya, sebuah perbandingan pahit sekaligus manis menyeruak, menegaskan perbedaan kontras antara masa lalu dan masa depannya.
'Lelaki masa lalu, yang dulu selalu menghujaniku dengan kata-kata cinta yang manis dan janji-janji setia, berkali-kali makan steak bersamaku, tapi tidak pernah sekalipun berlaku manis dan peduli sampai sedetail ini,' batin Nadia getir sekaligus haru.
'Nayaka dulu selalu sibuk dengan dunianya sendiri, bahkan mengabaikan prioritas utamanya demi atensi yang salah.’
Capítulos Populares