Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Aku Ingin Bercerai, Pak CEO!

Aku Ingin Bercerai, Pak CEO!

Andre berusaha membujuk dengan kalimat tak masuk akal, padahal sudah tahu itu tidak akan berhasil membujuk Adhitama. Adhitama masih bergeming di tempatnya hingga tiba-tiba saja gerimis. Adhitama mendongak memandang langit yang tampak gelap dengan bulir air yang mulai berjatuhan. Wajahnya mulai basah karena tetesan air yang jatuh terus-menerus. “Kenapa sudah hujan padahal ini belum musimnya?” tanya Adhitama ke Andre. Andre terkejut mendengar pertanyaan Adhitama, kenapa menanyakan hal yang sama sekali tak dia ketahui alasannya.
10163.8K viewsCompletedAdded to Library 4.9K Times as kata-kata mendung belum tentu hujan
Show Reviews (37)
Read
+Library
di@jenk
selalu suka dengan cerita tentang wanita yang menjadi tangguh karena pengalaman hidup yang dilewati. wanita yang bangkit menjadi lebih kuat dan tidak hanya diam dalam keterpurukan karena sikap lelaki yang tidak tegas dan jelas.
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Read All Reviews
Dosenku di Siang Hari, Suamiku di Malam Hari

Dosenku di Siang Hari, Suamiku di Malam Hari

Lelaki itu menundukkan pandangan, tidak berkata apa-apa. "Kata orang, pelangi baru akan muncul setelah hujan. Padahal, itu hanya kata-kata penghiburan. Penderitaan itu jelas-jelas ulah orang jahat. Kalau saja nggak ada mereka, hidupnya pun bisa penuh warna."
9.81.9M viewsCompletedAdded to Library 64.4K Times as kata-kata mendung belum tentu hujan
Show Reviews (196)
Read
+Library
Fensi Kiswardani
untuk pembelian koin 16 rb. isi 20 rb, trnyta blm bs beli. cobak isi tmbh 5 rb. pas pmbelian koin trnyta berhasil. n iseng ngecek saldo, berapa yg kepotong...pkir kisaran 16 rb skian lah...eh kaget dong, sisanya cmn 4 rb skian. berarti harga koin ny bkn 16 rb, tp 21 rb. gila...parah bgt dah. ga lagi
Hafidzah Talita Azzahra
penulisannya sangat bagus, detail dan lengkap, cerita nya sungguh menarik, bikin penasaran sama kelanjutan nya dan banyak pengetahuan yang belum saya ketahui di dalam nya! cocok dengan tema dan genre nya, alur nya panjang tetapi tidak bikin bosan di baca berulang, novel the best yg saya baca thn ini
Read All Reviews
NINE

NINE

Peruntungannya dipertaruhkan saat ini. Arakan awan pekat berkumpul menyatu di langit, mencipta gumpalan kelam dengan ribuan ton air yang siap dimuntahkan. Hanya menghitung mundur bilangan detik, hujan mendadak turun dengan derasnya, menghambat pergerakan dengan dingin malam yang bercampur air mata angkasa. "Hahaha ... seperti di dalam film, bukan? Perkelahian hidup mati di bawah guyuran hujan."
104.7K viewsCompletedAdded to Library 102 Times as kata-kata mendung belum tentu hujan
Read
+Library
DIARY SKIZO

DIARY SKIZO

HUJAN SENDU Oleh: Pesona Senja Ada bilur serupa gores kenangan Pada tetes-tetes hujan sore Lagi dan lagi tetes menetes pada netra Bilur membilur dalam dada Mendung mengundang hujan Hujan merayu pendar cahaya jadi pelangi Tentu saja bisa! Tapi tak selalu, rintik hujan berbuah pelangi Harap tekat padamu juga padaku
106.1K viewsCompletedAdded to Library 158 Times as kata-kata mendung belum tentu hujan
Read
+Library
Dibohongi Suami yang Ternyata Kaya

Dibohongi Suami yang Ternyata Kaya

Sementara Asma, hanya diam dengan wajah tertunduk lesu. _____ Mendung hitam bergulung-gulung bergelayut pada kaki langit. Sepertinya hujan akan turun sangat deras. Entah mengapa kemarau kali ini hujan kerap kali menyapa bumi. Apakah bumi yang terlalu meridukan langit, ataukah langit yang tidak mampu menahan rindu untuk bumi.
1061.2K viewsCompletedAdded to Library 2.4K Times as kata-kata mendung belum tentu hujan
Read
+Library
PENDEKAR TERAKHIR TANAH JAWA

PENDEKAR TERAKHIR TANAH JAWA

Pengalaman yang tak akan mereka lupakan seumur hidup. “Aneh, hujan ini seperti bukan hujan biasa,” kata Tumenggung Jatibarang. “Ya, hujan ini seolah menghalangi kita melangkah!” kata Narapaksa yang berada di belakang Tumenggung Jatibarang. “Seolah hujan dan angin ini menghalangi kita pergi dari sini,” kata Tumenggung Jatibarang mencoba melangkah maju.
1011.5K viewsCompletedAdded to Library 287 Times as kata-kata mendung belum tentu hujan
Read
+Library
PEMBANTU NAIK KELAS

PEMBANTU NAIK KELAS

Langit tampak akan menurunkan hujan sebentar lagi. “Mau hujan kayaknya. Aku harus segera pulang.” Rere mempercepat makannya. “Nanti aku anterin. Kamu makan pelan-pelan saja.” “Aku sebenarnya suka hujan. Tapi, kalau butuh di luar kayak sekarang, baru deh susah. Takut kehujanan.” Tawa menghiasi wajah kuning langsat Rere. “Kalau langit mending gitu, apa yang kamu pikirkan tentang langit? Lagi sedih atau bersuka cita?”
105.5K viewsOngoingAdded to Library 125 Times as kata-kata mendung belum tentu hujan
Read
+Library
Anak Kembar Empat si Presdir Dingin

Anak Kembar Empat si Presdir Dingin

Dia berkata dengan kening berkerut, “Prakiraan cuaca hari ini nggak turun hujan! Kenapa malah jadi mendung?” Relawan lain berkata, “Dengan kondisi sekarang, sepertinya benar-benar akan turun hujan. Apalagi langit begitu mendung, sepertinya akan hujan deras.”
9.5997.0K viewsCompletedAdded to Library 19.9K Times as kata-kata mendung belum tentu hujan
Show Reviews (176)
Read
+Library
Tiuri
suka dg cerita nya bikin nangis bikin senyum thor keren.. tdk seperti novel lain yg kebanyakan cerita tentang sex melulu ngeri dan membosankan... kl ini tentang kehidupan ada perkelahian ada, ada persaudaraan dan cinta keluarga yg besar.. sukaaa .. thoor nanti bikin cerita model gini lg yaa............
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Read All Reviews
WOLF (Indonesia)

WOLF (Indonesia)

gumamnya kemudian, yang diiringi oleh kekehan kecilnya. To be continued Katak oh katak kenapa kau tak panggil hujan 😅
1013.3K viewsOngoingAdded to Library 412 Times as kata-kata mendung belum tentu hujan
Read
+Library
Mantan Suami Ingin Cintaku Kembali

Mantan Suami Ingin Cintaku Kembali

tanyaku. Anak itu mengangguk. Lalu kembali asik dengan mainan barunya. Aku menatap jalanan yang cukup ramai. Awan sudah mendung pertanda hujan segera datang. Semoga sampai di sana tidak hujan. Karena ada pepatah yang mengatakan bahwa mendung belum tentu hujan. Sore menjelang malam. -Pantai Pasir Putih PIK 2
1025.3K viewsCompletedAdded to Library 531 Times as kata-kata mendung belum tentu hujan
Read
+Library
PREV
123456
...
10

Frequently Asked Questions

Ada sesuatu tentang ungkapan 'mendung belum tentu hujan' yang selalu terasa manis sekaligus agak nakal saat dipakai penulis — dia seperti bisik yang bilang: jangan cepat ambil kesimpulan. Penulis memilih frase itu karena ia punya daya kerja ganda: secara literal memberi gambaran cuaca, tapi secara figuratif membuka ruang interpretasi. Dengan kata-kata sederhana ini, pembaca diajak menahan nafas antara harapan dan kekecewaan, antara tanda-tanda dan kenyataan, tanpa perlu dijelaskan panjang lebar. Itu efisien dan puitis sekaligus; satu baris dapat menyalakan berbagai emosi tergantung konteks cerita.

Dalam praktik menulis, frasa semacam ini berfungsi sebagai alat suasana (mood) yang halus. Alih-alih mengatakan langsung bahwa sesuatu bakal gagal atau berhasil, penulis menabur keraguan yang membuat konflik terasa lebih nyata. Misalnya dalam adegan di mana dua tokoh sedang menunggu kabar penting, kata-kata itu membuat ketegangan tetap hidup: mata memandang langit, tangan gemetar, tetapi hasilnya belum pasti. Selain itu, ungkapan ini juga bisa dipakai untuk membangun karakter — karakter yang memilih kata itu mungkin optimis yang skeptis, atau berusaha menenangkan diri sendiri. Jadi pembaca bisa menangkap lapisan psikologis tanpa dialog panjang lebar.

Di tingkat simbolik, 'mendung belum tentu hujan' membawa filosofi sederhana tentang ketidakpastian hidup. Penulis suka memanfaatkan simbol-simbol cuaca karena hampir semua orang punya pengalaman personal terkait hujan dan mendung: ada rasa rindu, melankoli, juga nyaman. Kalimat ini meminjam kekayaan emosi itu tanpa harus menulis sejarah tokoh. Ia juga sering dipakai untuk melawan ekspektasi plot—memberi kesempatan bagi twist atau pergantian tone. Kadang penulis ingin menahan pembaca di ambang—memberi petunjuk, tapi tidak memaksa; itulah seni penceritaan yang menghargai inteligensi pembaca.

Terakhir, ada unsur musikalitas dan kesan liris yang membuat frasa ini mudah diingat. Ia pendek, ritmis, dan berulang-ulang bisa jadi motif yang menempel di kepala pembaca. Dalam banyak cerita, pengulangan frasa seperti ini memperkuat tema utama tanpa menggurui. Aku suka frase ini karena ia sederhana namun penuh kemungkinan; seperti awan yang menggantung, ia mengundang imajinasi lebih dari satu jawaban, dan membuat pengalaman membaca jadi ikut bernapas.

SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status