Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta Semu yang Kukira Abadi

Cinta Semu yang Kukira Abadi

Pupil matanya menyempit, jantungnya berdegup keras. Dia mengangkat tangannya, menunjuk ke arah kalung yang tergantung di belakang meja, lalu bertanya dengan suara bergetar, "Itu ... apa?" Petugas menoleh dan menjawab, "Oh, itu produk baru kami, kalung abu kremasi. Kalau seseorang nggak ingin berpisah dari orang yang dicintai, abunya bisa dimasukkan ke dalam sana dan dibawa ke mana-mana."
61.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai kata-kata mutiara ra kartini
Baca
+Pustaka
Mengikuti Kata Hati

Mengikuti Kata Hati

Pemimpinnya, Catherine, mendesis dengan penuh kebencian, “Vivian, dasar wanita jalang! Apa yang istimewa darimu sehingga Xavier bisa begitu mencintaimu?” Reina yang mengikuti di belakangnya, menimpali, “Benar! Kau memang jalang!” Aku menatap mereka dengan marah. “Lepaskan aku, atau terima akibatnya!” Catherine tertawa terbahak-bahak. “Masih begitu sombong di ambang kematian? Benar-benar putri manja Keluarga Wellington. Tapi ini kesempatan terakhirmu untuk sombong.”
46.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai kata-kata mutiara ra kartini
Baca
+Pustaka
Kita dan Cerita

Kita dan Cerita

Pak Dani memberikan beberapa kertas ke siswa yang duduk di deretan depan dan menyuruh mereka untuk membagikannya satu persatu kebelakang. “Baik tugas untuk kalian sekarang adalah membuat kata kata mutiara atau motivasi dengan tema awal pertemuan, dengan tujuan dapat memotivasi kalian meskipun baru bertemu bukan berarti tidak bisa berteman. Setelah selesai bisa dikumpulkan pada teman kalian yang duduk di barisan depan seperti tadi” perintah Pak Dani setelah melihat bahwa kertas tadi sudah benar benar dibagi dan keseluruhan siswa mendapatkannya.
18.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 731 kali sebagai kata-kata mutiara ra kartini
Baca
+Pustaka
Garwa, Satu Hati Sampai Nanti

Garwa, Satu Hati Sampai Nanti

kata Rukayah. "Insya Allah salamnya disampaikan, Bu. Saya pamit pulang. Terima kasih untuk makan siangnya." Yanti meraih tangan perempuan yang tak lagi muda itu dan menciumnya penuh hormat. "Hati-hati di jalan. Kalau dia ngebut cubit aja pahanya," saran Rukayah. "Jangan mau, Yan," ucap Ismoyo pada Yanti, "Mama kayak nggak tahu aja. Kalau paha yang di cubit itu bisa membangunkan sesuatu yang sudah lama tertidur." Lelaki itu tertawa.
108.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 338 kali sebagai kata-kata mutiara ra kartini
Baca
+Pustaka
Karma Terbalut Cinta

Karma Terbalut Cinta

Kartika menyodorkan segelas air putih dan beberapa butir vitamin yang harus kuminum. “Aku gak mau ditegur pak Sanjaya yaa Rin, beliau juga punya kewenangan untuk pecat aku kalo kamu kenapa-kenapa. Ingat jeeung … aku masih punya cicilan motor yang belum lunas, cicilan tupperwarenya nyonya di rumah sama tivinya tuan besar yang segede gaban. Kalo aku jobless gimana dong?” Kartika memasang tampang pura-pura memelas, aku tertawa melihat lagaknya.
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai kata-kata mutiara ra kartini
Baca
+Pustaka
Karma : Kubuat Kau Menyesal

Karma : Kubuat Kau Menyesal

Sesampainya di sana, Alisha memandang deretan perhiasan yang berjajar di etalase toko dan Andrew ada di sisinya ikut mengamati apa yang sedang Alisha pandang. Seorang pelayan wanita mendekat dan menyapa. Lalu Andrew menunjuk salah satu cincin dengan bentuk hati bertatahkan berlian-berlian kecil. "Aku mau yang ini," ucap Andrew pada pelayan. "Jangan!" Segera Alisha menyela. Membuat pelayan wanita dan Andrew bersamaan menoleh padanya. "Gina nggak akan suka. Mending yang ini aja."
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai kata-kata mutiara ra kartini
Baca
+Pustaka
Finding the Sun (Bahasa Indonesia)

Finding the Sun (Bahasa Indonesia)

Kata Gita. “Kartu AS? Apaan itu?” Tanya Putri. “Rahasia dong, nanti juga kalian tahu.” Kata Gita sambil tersenyum. *** “Aku takut Ka.” Kata Diana. “Aku ga akan komentar apa-apa sampai kamu beres cerita.” Kata Satria. Diana mengangguk. Tangannya saling mengepal satu sama lain. Dia masih ragu haruskah dia cerita atau tidak. Akhirnya dia memutuskan untuk cerita.
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 293 kali sebagai kata-kata mutiara ra kartini
Baca
+Pustaka
Wanita yang Kau Sakiti

Wanita yang Kau Sakiti

Masih ada waktu lima belas menit lagi sebelum bel masuk kerja berbunyi. "Haya. Kamu hebat bisa bicara seperti itu sama Arik dan selingkuhannya itu," puji Kartika sambil melipat mukena. "Aku sendiri tak percaya bisa lancar jaya ngomong seperti tadi. Itu semua mengalir begitu saja dari mulutku. Aku sendiri heran kenapa bisa sesantai itu ngomong sama mereka. Namun, plong setelah ngomong seperti itu," aku Hayana.
29.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai kata-kata mutiara ra kartini
Baca
+Pustaka
ISTRI BERCADARKU TERNYATA ....

ISTRI BERCADARKU TERNYATA ....

“Oh itu kartu ucapan, Pak. Jadi di toko kami sengaja menyediakan kartu cantik jadi bisa diselipkan di buket bunga. Untuk kata-kata mutiaranya bisa milih, Kak! Kalau tertarik silakan ini bukunya!” Jordhy membeliak tak percaya. Baru menemukan toko bunga yang menyediakan kamus kata mutiara juga. Dia pun iseng membukanya, lalu tersenyum setelah membaca beberapa bait. Dia pun mulai menuliskan pada kartu ucapan. Jordhy menambah beberapa tangkai mawar merah lainnya dalam beberapa ikatan. Usai membayar, dia pun pulang. Beberapa ikat tangkai mawar dan satu buket besar sudah dia bawa lebih dulu. Bunga lainnya menyusul.
1032.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 975 kali sebagai kata-kata mutiara ra kartini
Baca
+Pustaka
Pelakormu vs Aku

Pelakormu vs Aku

katanya, walaupun ada kekesalan yang tersirat. Kartini tersenyum lebar, "Saya nggak perlu jadi seperti kamu, Kadita. Saya cuma jadi diri saya sendiri, dan itu lebih dari cukup. Kalau kamu terus di tempat yang sama, kamu bakal lihat nanti siapa yang maju." Kadita terdiam, kali ini tidak bisa membalas. Kartini menambahkannya lagi, "Jangan meremehkan orang yang berjuang, Kadita. Kadang kita perlu jalan yang lebih sulit untuk bisa sampai ke puncak."
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai kata-kata mutiara ra kartini
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status