Mayat di Atas Ranjang
“C-cukup Ki, bukan waktunya untuk tertawa, hentikan! Aduh duh, aki-aki satu ini tawanya saja bisa bikin orang mati.”
Ki Gendeng meredam tawanya. Tanah pun kembali tenang. Dia melanjutkan perkataannya, “Namanya yang sebenarnya adalah Anggita, dia menghuni dataran paling tandus di dunia ini di mana pohon-pohon saja hanya sanggup tumbuh dengan cara terbalik dan melayang-layang. Anggita memang tidak terlalu kuat, tetapi mampu menguasai angin dan api. Ah, sedikit saja, tentunya, tidak banyak. Aku kenal dan tahu seseorang yang benar-benar mampu menguasai kedua elemen itu dengan sejati. Sementara Anggita, aih, ibarat anak kecil, dia hanya bisa main-main dengan sebatang lilin, bukan api yang sebena
Bab Populer