Setelah Kamu Pilih Dia
“Dinda,
Kalau surat ini sampai ke kamu, mungkin aku udah nggak bisa ketemu kamu lagi. Bukan karena aku pergi jauh, tapi karena aku akhirnya sadar… kamu memang pantas dapet yang lebih baik dari aku.
Maaf, Din. Maaf karena aku egois. Karena aku hancurin semua yang pernah kita punya cuma karena aku takut.
Aku nggak pernah berhenti nyari kamu—di setiap malam yang sepi, di setiap kota yang asing, di setiap rasa bersalah yang nggak pernah habis. Tapi sekarang aku sadar… aku nggak punya hak lagi.
Aku cuma pengen satu hal. Bahagialah. Sama siapa pun, di mana pun. Tapi jangan kayak aku yang nyesel tiap hari karena ngelepas orang yang harusnya aku jaga sampai mati.”