Pelakormu vs Aku
Ia memandang sekeliling, memperhatikan bagaimana rumah Kadita mencerminkan kepribadiannya yang tertata dan modern.
Tak lama kemudian, Kadita kembali membawa dua cangkir kopi. Ia duduk di sofa, hanya beberapa inci dari Bastian.
"Silakan, Pak. Cobain kopi racikan saya," katanya sambil menyerahkan cangkir.
Bastian mencicipi kopi itu. "Hmm, enak. Kamu memang hebat, Kadita. Segalanya serba sempurna."
Kadita tersenyum lembut. "Ah, enggak juga, Pak. Saya cuma tahu apa yang saya mau, dan berusaha keras untuk mendapatkannya."
Hot Chapters