LEBIH BAIK KITA BERPISAH
"Keluarlah…"
Jonas menghela napas panjang. Dia lalu melangkah maju, memangkas jarak di antara kami. Matanya memandangku lekat. Aku tak tahu apa yang dia pikirkan, tapi yang kutahu, perasaan cinta yang dulu pernah kurasa dan demikan hebatnya, telah padam. Jonas telah menyiram api cinta dalam hatiku hingga benar-benar lenyap, tak meninggalkan sedikitpun sisa.
"Baiklah. Satu yang perlu kamu tahu, Senja. Aku masih sangat mencintaimu. Mungkin seumur hidup, aku tak akan lagi mencintai gadis lain, selain kamu."