ISTRI SENILAI SAHAM
Kekalutan pikiran Senja, membuat dua lupa jika jam tangan yang melingkar cantik di pergelangan tangannya, sudah menjadi musuhnya sendiri.
"Aku hanya sedang ingin menikmati angin disini. Sambil melihat senja seperti namaku. Senja ternyata sangat indah, ya mas? Tapi sayang, keindahan itu tidak pernah abadi. Hanya untuk di nikmati sejenak, lalu menghilang pergi," seru Senja.
Langit yang tadi juga terhipnotis dengan angin yang segar, dan indahnya langit. Kini merekam wajah istrinya di pandangannya yang paling dalam.
Hot Chapters