Selubung Memori
kata Kara.
Dia melangkah ke pintu, dan dalam jeda saat dia berjalan, mata kami sempat bertemu, yang entah bagaimana dalam momen itu waktu terasa melambat. Matanya seperti berusaha memerhatikanku secara dekat, memberitahu dalam alunan sedetik yang berkata, “Kita akan punya waktu ngobrol lagi nanti.” Dan ketika waktu terasa kembali berjalan normal, dia sudah di depan pintu, siap melangkah setelah sedikit melambaikan tangan, yang tampaknya padaku, dan berkata, “Semangat orientasi.”
Bab Populer