Penyamaran CEO Tanaka
Ada sinar tegas di mata Davin, tapi bukan kemarahan — melainkan dorongan tulus agar Adrian bangkit.
“Lo tahu, gue pernah baca kutipan gini,” kata Davin. “‘Seorang pemimpin sejati bukan yang nggak pernah jatuh, tapi yang tahu kenapa dia harus berdiri lagi.’ Lo udah jatuh, Di. Tapi setidaknya kali ini karena hal yang benar.”
Kata-kata itu menghantam hati Adrian dengan lembut tapi dalam.
Ia terdiam lama, lalu mengangguk. “Mungkin lo benar. Mungkin… sudah waktunya gue berhenti menghukum diri sendiri.”