Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Jodoh yang Tertunda

Jodoh yang Tertunda

Aku tetap tenang memilih apa yang ingin kubeli. “Sita? Oh … anak Bu Tati yang baru menikah lima bulan, tapi sudah melahirkan itu, ya? Wah, saya ragu kalau Ibu mertua saya akan mau punya menantu seperti itu! Hehehe!” balasku dengan nada tak berdosa. Wajah Bu Tati merah padam. Aku tahu ia sedang menahan amarah. Siapa suruh, masih pagi sudah membuatku kesal.
102.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 71 Beses bilang kata mutiara menunggu
Read
+Library
Sang Penunggu Pengantin

Sang Penunggu Pengantin

tanya ku, walaupun aku sudah tahu jawabannya. “Tentu saja…, siapa lagi? Mertuaku itu begitu sangat antusias bercerita kalau kamu adik iparku ini sudah ada yang melamar dan akan segera menikah. Mamah seneng banget loh Rah, oh ya ngomong-ngomong siapa pangeran yang telah beruntung mempersunting tuan putri yang juteknya setengah mati ma cowok ini? Pasti ganteng ya Rah? Coba-coba ceritain gimana orangnya,” cerocos Nina.
102.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 89 Beses bilang kata mutiara menunggu
Read
+Library
Mengejar Mentari

Mengejar Mentari

“Kau datang sendiri saja ke pelaminan nanti kalau sudah selesai. Kita tidak ada waktu untuk menunggu gadis lelet sepertimu.” “Ayah, Kakak, mengapa tega sekali padaku? Memangnya tidak bisa ya menunggu lima menit lagi agar aku bisa menyelesaikan penampilanku?” “Tidak, Dek. Enak saja. Datang tidak menyapa giliran sekarang minta ditunggu” “What? Aku belum menyapa Kakak ya tadi?” Amira mengerucutkan bibirnya lalu meninggalkan kamarnya diikuti Ratri dan Tuan Dzulfikar. Nancy yang kasihan melihat kegugupan Dzi segera menghampiri calon menantunya.
109.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 314 Beses bilang kata mutiara menunggu
Read
+Library
KITA & MASA LALU

KITA & MASA LALU

Manik meninggalkan ruang tunggu tamu Kos Nirwana. Nisma ikut meninggalkan ruang tunggu tamu super dingin itu dengan langkah penuh emosi, setelah kalah telak berdebat dengan Manik, orang yang baru pertama kali ditemuinya. Nisma mengeratkan giginya, dan menyalurkan sedikit emosinya umpatan. Jantung Nisma mulai berdegup kencang, karena emosi negatif yang telah sepenuhnya menguasainya.
9.83.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 75 Beses bilang kata mutiara menunggu
Read
+Library
Akhir Penantian Sang Calon Pengantin

Akhir Penantian Sang Calon Pengantin

Sambil menunggu airnya hangat, Izah duduk di kursi di meja makan sambil memainkan ponselnya. "Tumben nggak ada kabar dari mas Kevin." gumam Izah. "Nduk!" sapa pak Wahyu sambil duduk di seberang Izah. "Iya, Pak?" Jawab Izah sambil meletakkan ponselnya di atas meja. "Kevin sudah ada beri kabar ke kamu?" tanya pak Wahyu "Kabar apa, Pak? Mas Kevin saja dari pagi gak ada ngasi kabar ke Izah."
3.5K viewsOn holdIdinagdag sa Library 95 Beses bilang kata mutiara menunggu
Read
+Library
Tuan Muda untuk Putri yang Tertindas

Tuan Muda untuk Putri yang Tertindas

Vella berbaring menyamping dengan sudut mata mengalirkan cairan bening yang menembus bantal. Dipandangnya batu giok mutiara peninggalan mamanya, dibaca pula secarik kertas yang tertera. [Vella, mama harap kamu bisa menjaga batu giok mutiara ini sama seperti kamu menjaga nyawamu sendiri. Berproseslah seperti mutiara, meski terbentuk dari daging lunak, tapi suatu saat dia akan menjadi kuat dan memikat, menyilaukan netra.]
106.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 244 Beses bilang kata mutiara menunggu
Read
+Library
Ibu Empat Anak: Beda Bapak!

Ibu Empat Anak: Beda Bapak!

“Iya, Tante... aku tunggu aja deh. Semoga Bima cepat sadar kalau aku ini, eh... pilihan terbaiknya.” Melati mengangguk semangat. “Pasti, sayang! Tante yakin, lama-lama dia bakal balik dengan sendirinya. Kalau enggak, Tante yang tarik dia buat kamu!” Mutiara akhirnya tersenyum lebih lega, meskipun di dalam hati masih ada sedikit keraguan. ***
1.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 52 Beses bilang kata mutiara menunggu
Read
+Library
Istri Yang Menanti Sentuhanmu

Istri Yang Menanti Sentuhanmu

Kucium punggung tangan Mama mertuaku. Singkat cerita aku kini telah berada di kafe cinta. Netralu memutar namun tak kutemukan batang hidung Kakak Renata. Cukup lama menunggu akhirnya yang kutunggu datang juga. "Kenapa lama sekali." Aku protes padanya. "Sibuk." Melihatnya yang songong ingin sekali aku memukulnya. "Apa tujuanmu mengajak aku bertemu!" Tanpa basa basi aku menyodorkan kalimat tanya mengenai tujuannya.
1032.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 643 Beses bilang kata mutiara menunggu
Read
+Library
Gadis Desa Milik CEO Arogan

Gadis Desa Milik CEO Arogan

walau terkadang capek Dyra masih tetap bersyukur. Sesekali Dyra juga pergi ke tepi danau dekat pelabuhan. disana dia masih menunggu. Jalan hidup memang susah, untuk membentuk mutiara saja butuh banyak proses, tanpa proses tak ada hasil, walau sakit harus tetap bertahan untuk menjadikan sebuah mutiara yang indah. menunggumu bukan lah kesusahan bagiku. kehadiranmu akan menjadikanku seperti mutiara dan membuatku berharga.
3.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 90 Beses bilang kata mutiara menunggu
Read
+Library
Cahaya Mutiara

Cahaya Mutiara

ucapnya seraya tersenyum. "Masa, sih? Padahal aku hanya menyebutkan dua huruf pertamanya saja," ucap Rara merasa heran. "Iya. Aku juga gak tau. Mungkin, itu hal baru yang bagus." Rara mangut-mangut mengerti. Dia juga merasa senang jika ada seseorang yang senang karenanya. Jo memperhatikan kartu nama yang tergelantung di leher Rara, "Mutiara. Sepertinya akan lebih indah jika disempurnakan."
102.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 89 Beses bilang kata mutiara menunggu
Read
+Library
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status