Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pedang Penguasa Kegelapan

Pedang Penguasa Kegelapan

teriak Run Kai. Hiatt!! Bammmmmmm!!
9.7260.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.9K kali sebagai kata tak
Tampilkan Ulasan (51)
Baca
+Pustaka
Zhu Phi
Ijin promosi thor ... Pendekar Kitab Iblis Dunia Persilatan gempar oleh terbunuhnya Pendekar golongan putih dan hitam secara misterius. Pelakunya dikenal sebagai Hantu Dunia Persilatan yang selalu membuka Kitab Iblis yang bercahaya. Siapakah dia? Ikuti kisahnya ya. Update tiap hari. Terima kasih.
Embunayu
Thor.. ijin promosi. ikuti dan baca novel eksklusif pertama saya yang berjudul "Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api" mengisahkan seorang anak sulung raja yang ditindas karena kelemahannya dan diusir karena ketidak mampuannya untuk menjadi putera mahkota. hidup dalam intrik dan kisah cinta unik.
Baca Semua Ulasan
Kita yang Terluka

Kita yang Terluka

Namun ternyata, justru semakin membuat lantai semakin licin. “Tanganku sepertinya keseleo, Mas. Tadi sempat berbunyi seperti ada sendi yang bergeser saat tadi aku bertumpu menahan tubuhku.” Adelia meringis. Kimono handuk bagian bawah yang dia kenakan basah dan berbusa. “Nanti kabari Mama, Mama punya kenalan tukang urut yang bisa mengurut keseleo.”
1017.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 571 kali sebagai kata tak
Baca
+Pustaka
Mengikuti Kata Hati

Mengikuti Kata Hati

Pisau itu jatuh ke lantai, hanya sedikit menggores pipiku, meninggalkan bekas luka dangkal. Jantungku berdebar kencang, gelombang ketakutan menyelimutiku. Di sisi lain, pupil Catherine melebar saat dia mengenali wajah Xavier. “Xavier, bukankah kau di Indo? Kok bisa di sini?” Xavier menoleh ke arah suara itu. “Catherine, apa yang kau lakukan?” Catherine tidak berkata apa-apa, hanya menatapnya seolah-olah kerasukan.
46.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai kata tak
Baca
+Pustaka
UNTAMED (Tak Tertaklukkan)

UNTAMED (Tak Tertaklukkan)

"Gimana, Kak?" Rima menatap kakaknya penuh rasa bersalah. Tia menghela napas panjang. "Emang nggak enak, Dek. Lidahmu nggak salah." Tia mengaduk nasi di panci. "Nasinya lembek, bihun masih keras, tempe orek hambar, sambal kacangnya juga pahit." Tia lalu mengambil sepotong kerupuk dan menggigitnya.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai kata tak
Baca
+Pustaka
BATARI

BATARI

Matanya masih seperti orang yang belum selesai menangis. “Aku nggak mau jadi kamu,” kata Batari. Lenka tersenyum, dan jarinya menelusuri leher Batari pelan, seperti uji coba. “Aku juga nggak mau kamu jadi aku.” “Kau terlihat seperti kelinci yang menunggu serigala," suara Lenka berbisik tepat di telinga Batari. Sosok Lenka muncul di cermin, berdiri di belakang Batari, melingkarkan tangannya di pinggang gadis itu. "Gerakkan pinggulmu. Gunakan instingku. Tatap pria itu seolah-olah kau sedang memutuskan bagian mana dari tubuhnya yang akan kau makan pertama kali."
10431 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11 kali sebagai kata tak
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status