Mengikuti Kata Hati
Pisau itu jatuh ke lantai, hanya sedikit menggores pipiku, meninggalkan bekas luka dangkal.
Jantungku berdebar kencang, gelombang ketakutan menyelimutiku.
Di sisi lain, pupil Catherine melebar saat dia mengenali wajah Xavier.
“Xavier, bukankah kau di Indo? Kok bisa di sini?”
Xavier menoleh ke arah suara itu.
“Catherine, apa yang kau lakukan?”
Catherine tidak berkata apa-apa, hanya menatapnya seolah-olah kerasukan.