Nafsu Gelap Sang Majikan
"Jadi aku bukan satu-satunya."
"Satu-satunya yang hidup, yang bernyawa, yang bernafas, kau yang paling indah." Martin kembali merayu.
"Hmmm, lagi."
"Hanya yang tak bernyawa yang bisa mengalahkan keindahanmu, bukan. Mungkin menyamakan, senja, bulan dan bintang, bunga yang akan segera mekar, hanya itu."
"Bunga juga bernafas."
"Oh ya?"
"Ya."
Bab Populer