Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SUSUK JAIPONG

SUSUK JAIPONG

Senja Kututup senja ini dengan penuh kebahagiaan Allah telah mengisi hidup ini dengan penuh liku Bahagia, ataupun kesedihan Mereka hadir memberikan arti dan pembelajaran penting Masa lalu cukup menjadi kisah Hari ini kita jalani lebih baik Esok insya Allah akan menjadi berkah. Beginilah kisah hidup perjalanan Lestari.
1010.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 262 kali sebagai puisi indah kehidupan
Baca
+Pustaka
Alam dan Kita

Alam dan Kita

Kita ingin hidup seperti burung-burung beterbangan Tidak ada yang menangkap ia terbang bebas Mengukir cahaya dibalik indahnya dunia. Aku bahagia ada disini...
9.73.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai puisi indah kehidupan
Baca
+Pustaka
I'm the Director

I'm the Director

“Tahu nggak, Gas. Aku selalu memaknai hidup ini dengan hal-hal yang ada di sekeliling kita. Aku berusaha mengartikan hidup yang aku jalani, yang diberikan Tuhan untukku.” “Misalnya?” “Misalnya seperti lautan yang sebenarnya diciptakan Tuhan demi kita. Keindahan, biru airnya membuat kita terpukau, Gas. Tapi, kadang keindahan itu bisa saja menikam kita. Bisa saja kita tertipu dengan keindahan itu.” “Lalu, bagaimana dengan keindahan kamu? Apakah aku juga tertipu dengan keindahan kamu?” Setelah mendengar kalimatku, Laras terkikik renyah.
1029.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 584 kali sebagai puisi indah kehidupan
Baca
+Pustaka
Bintang untuk Angkasa

Bintang untuk Angkasa

Semesta bicara tanpa bersuara / Semesta ia kadang buta aksara / Sepi itu indah, percayalah / Membisu itu anugerah Seperti hadirmu di kala gempa / Jujur dan tanpa bersandiwara / Teduhnya seperti hujan di mimpi / Berdua kita berlari Semesta bergulir tak kenal aral / Seperti langkah-langkah menuju kaki langit / Seperti genangan akankah bertahan / Atau perlahan menjadi lautan Seperti hadirmu di kala gempa / Jujur dan tanpa bersandiwara / Teduhnya seperti hujan di mimpi / Berdua kita berlari
9.870.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai puisi indah kehidupan
Baca
+Pustaka
Oleh-oleh dari Mertua

Oleh-oleh dari Mertua

*** "Takkan habis sejuta lagu Untuk menceritakan cantikmu 'Kan teramat panjang puisi 'Tuk menyuratkan cinta ini Telah habis sudah cinta ini Tak lagi tersisa untuk dunia Karena telah kuhabiskan Sisa cintaku hanya untukmu Aku pernah berfikir tentang Hidupku tanpa ada dirimu Dapatkah lebih indah dari Yang kujalani sampai kini? Aku selalu bermimpi tentang Indah hari tua bersamamu Tetap cantik rambut panjangmu
9.9370.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.0K kali sebagai puisi indah kehidupan
Tampilkan Ulasan (47)
Baca
+Pustaka
Anies
baca cerita ini 2th lalu tapi pas bab terakhir aku gak berani baca waktu itu takut sad ending tapi hari ini aku baca lg beberapa bab terakhir dan beraniin buka bab Tamat'nya dan aku menyesal sudah parno duluan ternyata semua gak seperti yg aku bayangkan.. cerita author memang selalu luar biasa
dewi partuna_
Keren alurnya tidak tertebak. Typo nya sedikit. Karakter nya real bgt,tidak dipaksa paksa. Sukses menbuat aku kesal,marah,berdesir,puas,merinding,menangis,tersipu,dan tertipu oleh alur. Ada edukasi tipis2 juga mengenai Budaya. Kata kata nya pun indah setengah puitis. Ah baru kali ini beri rating .
Baca Semua Ulasan
Aira's

Aira's

Terserat dalam jalang tak berujung dan Tenggelam di tengah lautan tak bertepi Dingin dan sunyinya malam selalu menyudutkan dalam tangis Manis pahitnya hidup membuatku bimbang dan resah Aku benar-benar terpuruk dalam keterpurukan yang panjang Kesedihan memenuhi setiap anganku Bait ketiga air mata Aira luruh tak terduga. Nyaris bersamaan dengan hati yang kepalang sakit mengingat setiap masa akan lara. Mungkin bagi manusia biasa puisi hanya sebagai siloka semata, tak bermakna apa-apa hanya sebagai retoris belaka. Pikiranku dipenuhi dengan awan mendung yang gelap Semakin lama semakin kuingin menjauh, pergi dan lari
1014.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 519 kali sebagai puisi indah kehidupan
Baca
+Pustaka
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

"Menikmati teh membicarakan dunia, menikmati bunga membicarakan kehidupan." Hanya dengan dua baris puisi sederhana ini, Wira berhasil membuat semua orang di aula itu sangat terkejut. Orang pertama yang memberikan tepuk tangan adalah Hasto, lalu yang lainnya ikut bertepuk tangan juga. Mereka mengira Wira hanya orang kasar yang tidak tahu apa-apa. Tak disangka Wira malah memiliki kemampuan sastra yang luar biasa, hanya sembarangan beberapa kata saja sudah berhasil membuat puisi yang begitu bagus.
96.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 227.5K kali sebagai puisi indah kehidupan
Tampilkan Ulasan (2659)
Baca
+Pustaka
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Dillah_whj
izin promosi ya kk ... ayo kk/mas jangan lupa mampir kecerita saya judulnya: Diary Dira kisah tentang seorang pramugari yang berusaha sembuh dari luka akibat penghianatan kekasihnya yang ternyata sudah melangsungkan pertunangan dengan wanita lain. Ada juga pak tentara tampan yang akan nyembuhin
Baca Semua Ulasan
Kemarau Di Ujung Senja

Kemarau Di Ujung Senja

Seberkas kesempurnan mulai tercipta Bukan hanya sekedar fatamorgana Namun kegemilangan yang kan jadi nyata Di sini … Di lubuk hati ini Kamu kan tumbuh dengan keindahan tak terperi Membawa kesejukan yang membuat lupa diri Dan kan menepi Jika tak disayangi Kurang dicintai Apakah engkau mengerti? Segala rasa dalam sanubari Yang memintamu tuk hadir di sini Tuk menenemani Agar mengasihi Karenamu .… Ku jadi begini Kuharus dapatkanmu Apapun yang terjadi! Kenapa aku membaca puisi ini, seolah puisi ini untukku? Siapa yang membuatnya? Semua karangan puisi yang aku buat, aku tidak pernah menemukan puisi yang seindah ini.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai puisi indah kehidupan
Baca
+Pustaka
Gunung dan Sungai Takkan Bertemu Lagi

Gunung dan Sungai Takkan Bertemu Lagi

Hari demi hari berlalu, kehidupan terasa semakin indah. Untuk hal-hal yang telah terlupakan, biarlah tetap terlupakan selamanya. (Tamat)
9.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 293 kali sebagai puisi indah kehidupan
Baca
+Pustaka
Sehidup Semati Yang Teringkari

Sehidup Semati Yang Teringkari

] [Tapi, aku masih ingin hidup, aku ingin melihat salju pertama di Universitas A lagi, apa masih seindah dulu. [Sepertinya aku telah mencapai akhir, tetapi aku sendirian.] [Kalau memungkinkan, aku sungguh berharap tidak pernah bertemu dengannya.] ...
27.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 757 kali sebagai puisi indah kehidupan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status