Jagad dan Selaras
"Teknologi emang nggak bisa salah, tapi dia juga nggak bisa 'berasa'. Kita bakal buktiin kalau keringat kita dan air mata Kenji barusan lebih berharga daripada sensor apa pun di dunia ini."
Mereka semua berdiri, saling merangkul di depan api unggun. Lima remaja dari Indonesia, satu remaja dari Jepang, dan tim pendukung yang luar biasa. Malam itu, di bawah kaki Fuji, sebuah aliansi baru benar-benar lahir. Bukan lagi sebagai tuan rumah dan tamu, tapi sebagai kawan seperjuangan.
"Besok kita balik ke sekolah," Kenji berkata dengan tegas. "Kita latihan sepuluh kali lebih keras. Dan Galang-kun... besok lo harus lari lima belas keliling."
Hot Chapters