Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
JEBAKAN RANJANG NONA PEWARIS

JEBAKAN RANJANG NONA PEWARIS

Pria itu berdiri begitu dekat, mengungkung tubuhnya tepat di balik pintu paviliun VVIP yang baru saja berdesis mengunci secara otomatis. Di ruang kedap suara yang tiba-tiba terasa menyempit ini, aroma maskulin khas tembakau mahal yang berpadu dengan kehangatan kayu cendana mendominasi indra penciuman Celina. Aroma itu menjeratnya dalam intimidasi yang sarat akan gairah tertahan. Deg!
464 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as kebun nara
Read
+Library
Geger Kahyangan

Geger Kahyangan

Tetua Tsuyama membawa rombongan menuju ke arah kanan dari halaman dalam Kuil tersebut. Setelah berjalan melewati beberapa bangunan dengan nuansa serba merah, akhirnya mereka pun sampai di Jurang Lahar dimana tubuh Kaisar Naga Bamung berada. Kuil Naga membangun jembatan penghubung antara Kuil dengan bukit yang dikelilingi lahar panas membara. Sehingga sekilas, bukit itu menjadi mirip sebuah pulau berukuran kecil.
8.962.9K viewsOngoingAdded to Library 2.1K Times as kebun nara
Read
+Library
Rahasia Nara

Rahasia Nara

Yang bisa dipakai untuk menanam tumbuhan seperti kaktus mini yang dibeli dengannya tempo hari. “Kita ke mana lagi, Mbak Nara?” tanya Lila yang celingak-celinguk mengamati orang-orang yang sepertinya sibuk dengan urusan masing-masing. “Sepertinya pesta ini gak ada aturannya, ya? Bebas mau seperti apa?” ucapku yang juga masih mempelajari sikap dan perilaku orang di sekitar.
1.1K viewsOngoingAdded to Library 41 Times as kebun nara
Read
+Library
Noda di Balik Cadar Aluna

Noda di Balik Cadar Aluna

"Hai! Apa kamu melamun?" "Astagfirullah, kamu membuat jantungku hampir jatuh!" ucap Aluna sambil mengusap dadanya. "Dari pada bengong, mending jalan aja, yuk! Di bagian belakang ada musium-musium kraton, kita bisa lihat adat-adat Jawa, kamu pasti nggak tau, kan? Ayok!" Ajak Brian dengan semangat. Aluna berjalan santai sambil berbincang dengan Brian. Sesekali mereka tertawa ketika Brian melontarkan candaan ringan yang lucu. Hal itu membuat Aluna sejenak melupakan kesedihan hatinya hari ini.
104.1K viewsOngoingAdded to Library 132 Times as kebun nara
Read
+Library
Antara Peran dan Perasaan

Antara Peran dan Perasaan

Hari Minggu pagi, mereka menyusuri jalan kecil di pinggiran Jakarta. Udara masih lembap oleh sisa hujan semalam, dan suara burung terdengar dari rumpun bambu. Di tangan Nara, pot tanah liat dari Desa Sukajaya tetap dibawa. Bibit pohon mangga itu belum ditanam. “Kenapa kamu bawa hari ini?” tanya Raydan sambil menyetir pelan.
101.9K viewsCompletedAdded to Library 54 Times as kebun nara
Read
+Library
Koma

Koma

Berusaha meyakinkan diriku bahwa ini adalah keputusan konyol yang tepat. "Ok." Rimba memamerkan senyumanya yang lebih mirip seringai. Membuatku bergidik ngeri.  Seroja (Oja) ============================= ================ Salam dari perempuan yang baru disini.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 64 Times as kebun nara
Read
+Library
Barraberee

Barraberee

Dan tidak menganggap hubunganku dengan Om Barra adalah sesuatu yang tabu. Aku dan Ayi hari ini berencana mengunjungi tempat bimbingan belajar nonformal. Tempatnya di daerah puncak. Tidak jauh dari villa milik keluarga Om Ridwan. Wah, ternyata tempatnya bagus juga. Bibirku tidak berhenti menganga saat tahu kalau bangunannya tepat berada di atas perbukitan. Udara di sini sejuk sekali. Bangunannya pun tidak seperti gedung-gedung beton di kota-kota besar. Dindingnya terbuat dari papan kayu, bertingkat tiga dengan balkon untuk lantai dua dan tiga. Di kedua sisinya terdapat banyak jendela. Pokoknya soal ventilasi ruangan, tidak perlu dipertanyakan lagi.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 91 Times as kebun nara
Read
+Library
Janda Kembang

Janda Kembang

"Kalau gitu, Thalisa ke dapur dulu, ya, Bun, nanti Thalisa bantu Bibi Erna masak supaya Bunda bisa makan sayur asam." "Iya, Sayang, makasih, ya, maaf Bunda ngerepotin kamu," ucap Bunda Ara. Thalisa hanya tersenyum ramah dan menyelimuti Bunda Ara dengan selimut tebal bermotif bunga sakura. Thalisa pun berjalan keluar meninggalkan Bunda Ara di kamar agar bisa beristirahat tanpa diganggu. Ia berjalan menuju dapur mengambil beberapa wadah untuk tempat sayuran yang akan dibawa oleh Bibi Erna nanti sepulang dari pasar.
9.88.9K viewsOngoingAdded to Library 338 Times as kebun nara
Read
+Library
Mutiara Lembah Hitam

Mutiara Lembah Hitam

lirih Nesa saat tanah merah menutup di atas jasad Om Beno dan Tante Ria yang dikuburkan dalam satu lubang. “Semoga kalian bertemu lagi dan berbahagia di dalam sana. Maafkan jika aku pernah jadi penyebab kesedihan di hati kalian. Istirahatlah dengan damai.” Nesa menuang air mawar dan menaburkan bunga di atas pusara dua orang yang pernah berjasa dalam hidupnya, sembari menyeka sudut matanya. ***
106.8K viewsCompletedAdded to Library 182 Times as kebun nara
Read
+Library
Istri Nakal Mas Petani

Istri Nakal Mas Petani

sambut Pak Anwar, menangkap maksud Pak Gagah yang ingin mencairkan suasana. “Besok saya juga bakal bawa Bapak untuk melihat kebun aren. Atau bisa sekalian melihat pabrik pengolahan aren milik Bagus yang baru diresmikan bersamaan dengan lahirnya si kembar.” Pak Gagah mulai celingukan mencari kereta bayi berisi cucu kembarnya.
10821.4K viewsCompletedAdded to Library 23.0K Times as kebun nara
Show Reviews (334)
Read
+Library
evvimn
entah berapa ratus ribu rupiah yang saya habiskan untuk membeli koin untuk membaca buku ini... Tapi semua itu worthed, bukunya bagus banget... saya bisa nangis, tertawa, senyum senyum sendiri ketika membaca buku ini....
Maxime & Reina 🩵
Aku baca bulan september 2024. Gak sengaja baca ternyata se keren itu, semenyentuh itu, sosok wira dan sulis bner bner luar biasa. Makasih kak atas karya nya.. Semoga ngga hilang kalo mau baca lagi.. 🩵🩵............
Read All Reviews
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status