Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Istana Yang Ternoda

Istana Yang Ternoda

Ia memang paling lemah kalau sudah soal mainan langka. Malam harinya, ketika Kania sedang santai di sofa sambil memijat kakinya yang pegal, Nayaka tiba-tiba memanjat ke pangkuannya sambil berseru nyaring: "Mamaaa … Nayaka mau punya adik! Adik cewek yang lucu!" Narendra muncul dari belakang sambil membawa daftar nama bayi di tablet. "Kalau boleh saran, aku udah buatkan 5 nama pilihan. Ada nama Jepang, Inggris, dan satu nama Arab biar internasional."
1017.6K viewsCompletedAdded to Library 492 Times as kebun nara
Read
+Library
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

tanya Arkil, kening berkerut. “Karena mimpi Luma semalam,” jawab Nari tiba-tiba. Dia berdiri di pinggir batu, tongkatnya mengguratkan satu garis melengkung. “Dia menggambar pohon besar. Dan embun mengalir ke arahnya.” Beberapa mencibir. Namun tak satu pun menertawakannya. Karena di tempat seperti itu, mimpi seorang anak bisa menjadi satu-satunya peta yang mereka punya.
101.7K viewsCompletedAdded to Library 37 Times as kebun nara
Read
+Library
Terjerat Pernikahan Dadakan dengan CEO Duda

Terjerat Pernikahan Dadakan dengan CEO Duda

tanya Ardhan sembari memegang sebuah foto yang berbingkai kayu cendana bercat warna putih. Matanya terus memandangi wajah Nara yang seolah tidak asing di kepalanya. Dari matanya terlihat bahwa Ardhan seolah tengah mengingat-ingat sesuatu mengenai apa yang dilihatnya hari itu. "Iya, Nak. Itu Nara pas umurnya masih tujuh tahun. Sat itu, dia masih sangat pemalu." Dari ruang tengah -- tepatnya ruang keluarga, Nara datang sambil berseru. "Siapa itu, Ma?"
1012.5K viewsCompletedAdded to Library 448 Times as kebun nara
Read
+Library
Ujung Senja

Ujung Senja

Aku tertawa. “SIM lu nembak, Ra?” sambung Ita. Tawaku makin kencang. “Buruan, gue belum sempat sarapan tadi.” Riana menggandeng tanganku. Kami memasuki Kafe Holland. Sebenarnya Holland adalah toko kue, tetapi bagian atasnya difungsikan sebagai kafe. Jam delapan pagi tentulah kafe ini masih sepi, tetapi tidak masalah. Kami akan meramaikannya hingga lima jam ke depan.
108.3K viewsCompletedAdded to Library 223 Times as kebun nara
Read
+Library
Pena Ajaib

Pena Ajaib

ucap Ocin seraya mengamati pena di tangannya. Keajaiban pun terjadi beberapa detik setelah Ocin selesai menuliskan kalimatnya. Perubahan diawali dengan pandangan mata Ocin yang mulai kabur saat melihat pena. Selain itu, Ocin yang awalnya dalam posisi berdiri di depan toilet warung, kini dia merasakan pantatnya menepak kursi. Padahal saat itu dia tidak merasa pindah posisi untuk duduk. Dan memang tidak ada kursi di sekitar toilet warung. Perlahan pandangannya terlihat jelas kembali dan betapa terkejutnya dia saat melihat sekarang dirinya berada di....
102.3K viewsOngoingAdded to Library 51 Times as kebun nara
Read
+Library
Turun Ranjang

Turun Ranjang

Terlihat parkiran penuh, mata Victoria terheran melihat tempat yang didepannya saat turun dari mobil. "Silahkan kartu VIP ini, anda masuk ke dalam sendiri, biarkan saya di sini, bos sudah menunggu," ucapnya lalu pergi. Seorang Victoria begitu takjub dengan apa yang ada di depan matanya, satu langkah kakinya semakin memberikan jantungnya hampir berdebar kencang. "Tempat ini Perth Arena, yang terkenal di bagian barat Australia, dan di dalamnya ada lapangan basket bahkan multifungsi, dan suka disiarkan itu, apa ini mimpi?"
108.7K viewsCompletedAdded to Library 261 Times as kebun nara
Read
+Library
Sangkar Kupu-kupu

Sangkar Kupu-kupu

tanyaku “Nggak apa-apa, nanti juga kamu akan tahu kok, udah tenang aja, Miss tahu kok mana anak-anak Miss yang berbakat, mana yang hanya sekedar mencari nama panggung dan sombong.” “Well Oke,”ucapku “kamu tunggu di sini sebentar ya, karena ini ada pesan dari Tim Juri, kita akan menari antara Romeo and Juliet atau The Nutracker.” “Lho Miss, bukannya kita mau Swan lake ya?” tanyaku bingung “Nggak jadi sayang, buat kamu ada khusus untuk kamu tarikan, oke, kalau yang itu biar aja Miss kasihkan ke Miranda.”
103.2K viewsOngoingAdded to Library 97 Times as kebun nara
Read
+Library
Kampung Lamuna

Kampung Lamuna

Kata Vita. "Itu tidak masuk akal bagi aku." Kata Daffa. "Terserah saja, kamu memang sulit dikasih tahu oleh orang lain." Kata Rafael. "Sudah, ayo kita temui Kuhar!" Kata Ilham. Aku dan semua teman aku pergi menemui Kuhar. Kuhar membawa kami ke suatu tempat di dekat perbatasan antara hutan dan jalan menuju kampung Lamuna. Lalu, Kuhar membawa kami ke sebelah kiri dan di sana terdapat sebuah panggung yang sangat megah. Saat melihat panggung itu, aku teringat akan mimpi yang tadi aku alami. Di mimpi aku juga terdapat panggung itu hampir sama hanya saja panggung di sini sedikit lebih berbeda. Karena di sini banyak hiasan dan juga terdapat lampu padahal sekarang pagi hari. Aku bertanya kepada Kuha
611.6K viewsCompletedAdded to Library 428 Times as kebun nara
Read
+Library
Dosen Duda Kesayanganku

Dosen Duda Kesayanganku

Nara mengusulkan pada Argan untuk mengajak Sakha berwisata ke kebun raya tersebut karena anak itu tertarik dengan dunia flora. Belum puas berpetualang di pancuran Pitu serta kebun raya, Argan dan Nara juga memanfaatkan waktu untuk mengunjungi objek wisata Taman Miniatur Dunia Small World yang terletak di Jalan Raya Baturraden Barat Nomor 270, Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden. Nara begitu antusias untuk berkunjung ke objek wisata ini karena banyak spot menarik yang bisa dijadikan lokasi berfoto, kalau kata orang “instagramable”.
102.9K viewsCompletedAdded to Library 98 Times as kebun nara
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status