Kemilau Senja
ucapku dengan lembut.
"Iya sama-sama, Mbak Nandini."
Aku menutup teleponnya dan memutuskan untuk menunggu Mas Aditia di teras saja.
Aku duduk di teras, sembari melihat berbagai macam bunga di taman rumah Mas Nando yang sedang bermekaran, begitu indah bunga itu. Namun, bunga itu sebentar lagi akan layu, kering, gugur satu persatu, hingga tidak tampak keindahannya lagi, tetapi pasti akan tergantikan dengan bunga baru yang tumbuh dengan indah, begitupun selanjutnya bunga itu juga akan layu dan berganti bunga baru lagi, seterusnya akan selalu seperti itu.
Hot Chapters