Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sengsaranya Perjuangan Mengincar Warisan Mertua

Sengsaranya Perjuangan Mengincar Warisan Mertua

"Oh begitu. Alhamdulillah. Senang sekali saya dengarnya. Terima kasih ya Pak atas kepercayaannya kepada saya." "Sama-sama Bu. Senang berbisnis dengan Ibu." Aku ingin bertemu papa untuk mencium tangannya, memohon maaf karena sudah berburuk sangka. ***** Kopi Mengheningkan Cipta. Aneh sekali namanya. Tapi siapa sangka sangat laris. Saat ini, tiga pekan setelah pembukaan, semua meja terisi penuh baik lantai bawah, lantai atas, dan juga rooftop. Plus ada lima belas antrian yang akan mengambil pesanan take away. Orang-orang memakai jaket ojek daring berbaris di depan pintu masuk.
3.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 103 Beses bilang kedai kopi angkasa
Read
+Library
Warung Kopi Dunia Bawah

Warung Kopi Dunia Bawah

Uap kopi berganti bentuk: > “Maaf.” > “Kesempatan kedua.” > “Tempat yang tidak menuntut.” Dimas mengangguk pelan. “WarKoDuBa bukan tentang bayar atau tidak. Tapi tentang rasa yang tak sempat disampaikan.” --- Tiba-tiba, pria itu berdiri. Ia mengeluarkan sebuah kantong kecil berisi... biji kopi hitam keunguan yang berdenyut seperti jantung.
101.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 36 Beses bilang kedai kopi angkasa
Read
+Library
Gadis Di Ujung Cangkir

Gadis Di Ujung Cangkir

tanya pria itu seraya mengambil gelas kopi dan meminumnya. "Tentu saja sengaja dong, karena tempat ini cukup menarik dan sangat asri sehingga otakku yang panas ini bisa langsung di teduhkan dengan seduhan kopi yang menurutku paling pas dari rasa dan aromanya, Haha" Balas gadis itu sambil melirik kearah pramusaji, tampaknya gadis tersebut sudah tidak sabar menunggu pesanannya datang. "Permisi kak, pesanan atas nama Lintang (sambil menaruh kopi dan beberapa kudapan) ada yang bisa saya bantu lagi kak?" tanya pramusaji tersebut.
102.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 56 Beses bilang kedai kopi angkasa
Read
+Library
Terjerat Cinta Om Om

Terjerat Cinta Om Om

ucap Zaki. Lyra diam memandang pria yang terlihat sangat santai. Zaki sudah menyiapkan kopi yang akan dijadikannya menu andalan di coffee shop tersebut, yang mana kopi hasil racikannya itu akan dijadikannya untuk coffee andalan di coffee shop tersebut. Kopi itu akan dibuatnya menjadi minuman yang akan digratiskan untuk hari pertama, sebagai pengenalan rasa bagi pengunjung yang akan datang di acara pembukaan. Lyra memandang karyawannya yang sudah mulai bekerja. Untuk tahap awal Lyra hanya memakai lima orang pekerja. 2 orang akan diambilnya menjadi waitress yang satu orang lagi menjadi bagian dapur kebersihan dan kasir.
1032.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 994 Beses bilang kedai kopi angkasa
Read
+Library
Bintang untuk Angkasa

Bintang untuk Angkasa

Dan makanan seperti crepes adalah salah satunya. Kak Viny dan Kak Bisma pun membeli crepes. Kulirik sejenak Angkasa yang asyik dengan ponselnya kemudian aku memilih menuju sebuah bangku panjang di sekitar dan duduk di sana untuk menunggu sepasang kekasih itu membeli crepes. Aku mengangkat pandangan dari layar ponsel saat sebuah cup minuman terulur padaku. Mendongak lebih ke atas lagi, ternyata Angkasa sudah berdiri di depanku dengan satu cup di masing-masing tangannya. "Alergi coklat juga?" tanyanya datar seperti biasa.
9.870.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.2K Beses bilang kedai kopi angkasa
Read
+Library
KITA & MASA LALU

KITA & MASA LALU

Hingga tanpa terasa, kafe super bersih beraroma segar lemon itu mulai disesaki para muda-mudi yang menggilai komik. Jam memesan makanan dan minuman pun dibuka ketika semua pekerja paruh waktu Rimbu sudah siap di posisinya masing-masing. Dan seperti biasa, pengunjung bernama Theo yang selalu duduk di kursi nomor tiga puluh tiga di lantai dua, hanya mau pesanannnya diantar oleh Rimbu. "Ini yang seri keenam belom keluar?" Theo menunjukkan sebuah komik bersampul menyeramkan pada Rimbu yang baru saja datang mengantarkan makanannya.
9.83.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 62 Beses bilang kedai kopi angkasa
Read
+Library
First Love

First Love

Tapi Clara hanya berujung berjalan kaki mengitari jalan Braga dan pergi ke jalan Asia Afrika dan begitu terus sampai dia berhenti di Kopi Toko Djawa. Ah, Clara ingat dia pernah menonton satu video dari TikT*k. Selain kafe yang menyediakan kopi, kafe ini juga memiliki photobooth di lantai duanya dan dari komen-komen yang dia baca, kafe itu selalu penuh dan padat jadi agak susah sepertinya untuk masuk. Beruntung, ketika dia masuk ke lantai dua, ada satu spot kosong persis di depan tangga.
9.612.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 441 Beses bilang kedai kopi angkasa
Read
+Library
ISTRIMU TERNYATA SULTAN

ISTRIMU TERNYATA SULTAN

"Sengaja tidak pakai lampu biar suasana lebih syahdu dan hemat energi, mendukung program Go Green pemerintah." Bu Tejo menyipitkan mata menatap piring di depannya. "Ini apaan, Mbak? Kok bentuknya kayak roti bantal digeprek?" "Ini namanya Pain de Mie au Chocolat dengan dusting Espresso," jelas Berlin meyakinkan. (Terjemahan: Roti tawar cokelat ditaburi bubuk kopi sachet gratisan dari mesin kopi yang mati). "Dan minumannya," Rangga masuk membawa teko berisi air keran yang dimasukkan daun pandan dari halaman depan, "adalah Artisanal Infused Water dengan local herbs."
10864 viewsOngoingIdinagdag sa Library 26 Beses bilang kedai kopi angkasa
Read
+Library
Hasrat Terpendam Sang Kameramen

Hasrat Terpendam Sang Kameramen

“Aku butuh sajian berita yang segar dan memikat anak muda jaman sekarang. Kalian bisa mencoba kopi enak sambil bekerja. Bagaimana? Setuju?” Beni hampir terbatuk. Kafe Magneto. Itu adalah nama tempat yang menjadi perjanjian dirinya dan pemilik nomor misterius yang dia hubungi sebelumnya. Beni melihat Nadia. Wajah Nadia tetap tenang, bahkan tersenyum balik. “Kedengarannya menarik sekali, Bu. Perubahan suasana pasti baik untuk kami.” Ujar Nadia.
104.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 129 Beses bilang kedai kopi angkasa
Read
+Library
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status