Gadis Tanpa Mata Batin
Dia memilih untuk duduk berdzikir, menggantikan ibadah wajib yang tidak bisa ia lakukan karena datang bulan.
Namun, udara di kamar mulai berubah. Awalnya hanya sedikit gerah, seperti aliran udara yang tertahan. Tapi seiring waktu, rasa gerah itu berubah menjadi sesuatu yang lebih aneh. Ruangan terasa panas dan sesak, seperti penuh dengan kehadiran orang-orang.
Mina membuka mata, dahi dan pelipisnya berkeringat. Ia menoleh ke arah jendela, berharap ada angin subuh yang masuk, tetapi tirai tetap diam. Tidak ada angin yang datang.
Bab Populer