Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Merah Hitam Cinta #book1

Merah Hitam Cinta #book1

Air muka Haikal yang datar seperti ini tidak memberinya clue apapun. "Gue... gue..." Marsya menelan ludah. Ia bingung harus menanggapi bagaimana atas candaan Haikal. Terlebih lagi, semua orang yang berada dalam ruangan memandanginya dengan air muka tidak percaya. Matilah ia kali ini! Notes. Pendarahan sub konjungtiva adalah mata merah akibat pecahnya pembuluh darah konjungtiva. Perineum adalah area kulit yang berada di antara kemaluan dan anus.
9.9126.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.2K kali sebagai kedutan dibawah mata
Tampilkan Ulasan (37)
Baca
+Pustaka
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Nisa Nurpasa
Yuk Baca Novel Menikahi Gadis Desa --> Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi penyebabnya. Akankah Sarah hidup bahagia bersama pasangannya kelak?
Baca Semua Ulasan
Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!

Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!

Maskaranya sering luntur di bagian bawah mata, meninggalkan jejak halus yang menunjukkan kelelahan yang tidak pernah dia ucapkan. Namun, dia sesekali membenahi dandannya. Aku merasa menjadi cantik sempurna benar-benar butuh perjuangan. Tidak enak rasanya memakai bulu mata palsu yang lentik, namun berat di mata.
1038.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai kedutan dibawah mata
Baca
+Pustaka
Neng Zulfa

Neng Zulfa

Dewi tidak tahu saja. “Halah, terus apa coba? Sadar ndak kalau Neng Zulfa sampai punya kantung mata selain tambah pucat juga?” Dewi berkata. Aku menundukkan kepala. Jadi sebenarnya Dewi melihatnya. Itu berarti santri lainnya pasti juga. Aku menoleh ke tempat bupet kaca penyimpanan piring. Benar. Ternyata wajahku yang kacau terlihat jelas dengan dua buah kantung mata di bawah kelopak, bahkan lingkaran hitam mengitarinya. Ya Allah! Padahal aku sudah berusaha menghilangkannya dengan kompresan es batu. Aku bahkan sampai memakai foundation sebelum bedakan tadi.
106.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 220 kali sebagai kedutan dibawah mata
Baca
+Pustaka
PELAYAN TUAN ARTHUR

PELAYAN TUAN ARTHUR

Akhirnya aku memutuskan untuk digerai saja dan pakai bando hitam agar tidak nutupin wajah. Aku terus memandangi diri sendiri di cermin setelah selesai. Mata hijauku kelihatan lelah dan gelisah, ada kantung mata tipis yang sepertinya Karena kurang tidur hampir tiap malam. Pipiku agak kemerahan karena kulitku lagi pucat sekali sekarang, yang aku sendiri tidak tahu kenapa—mungkin karena cuaca dingin.
10157 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5 kali sebagai kedutan dibawah mata
Baca
+Pustaka
Napas Terakhir untuk Sang Ratu

Napas Terakhir untuk Sang Ratu

Pendar ungu di matanya sudah hilang total, berganti warna hitam pekat yang menyumbat seluruh lingkaran kornea matanya sampai kelihatan bolong mirip lubang sumur tua mati. Tangan kabut Malakai masih menempel di dahi anak itu, menguapkan asap kelabu tipis yang baunya busuk seperti daki lapis baja yang terbakar. "Haneul! Anjrit, denger kamuku, Haneul!"
654 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai kedutan dibawah mata
Baca
+Pustaka
Gadis Tanpa Mata Batin

Gadis Tanpa Mata Batin

Dia memilih untuk duduk berdzikir, menggantikan ibadah wajib yang tidak bisa ia lakukan karena datang bulan. Namun, udara di kamar mulai berubah. Awalnya hanya sedikit gerah, seperti aliran udara yang tertahan. Tapi seiring waktu, rasa gerah itu berubah menjadi sesuatu yang lebih aneh. Ruangan terasa panas dan sesak, seperti penuh dengan kehadiran orang-orang. Mina membuka mata, dahi dan pelipisnya berkeringat. Ia menoleh ke arah jendela, berharap ada angin subuh yang masuk, tetapi tirai tetap diam. Tidak ada angin yang datang.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai kedutan dibawah mata
Baca
+Pustaka
Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!

Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!

Dhana tertawa, suaranya bergema seperti sesuatu dari kedalaman neraka. "Aku mati mengenaskan. Bayar dengan nyawamu!" Dhana menarik kain dari kepalanya, memperlihatkan wajah yang mengerikan. Dia telah mengoleskan sedikit kecap ke sekitar matanya, membuat matanya tampak cekung, seolah tanpa bola mata. Dia juga mengoleskan sedikit lipstik di bawah mata. Pencahayaan yang buruk di malam hari membuatnya tampak seperti berdarah-darah.
8.539.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 914 kali sebagai kedutan dibawah mata
Baca
+Pustaka
KUBUAT MADUKU GENDUT

KUBUAT MADUKU GENDUT

Padahal belum puas, tapi karena panggilannya terus menerus terpaksa harus dilakukan. "Iya, Mba. Ini bentar lagi juga udah, kok!" Aku cepat mencuci muka menghilangkan sisa airmata. Setelah dikeringkan, kupoles lagi dengan make up agar bawah mata tak terlihat seperti habis menangis. Aku tak boleh terlihat lemah di mata Tiara dan mas Ragil. Sehancur apapun hati, harus tetap kuat di hadapan siapapun.
1010.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 336 kali sebagai kedutan dibawah mata
Baca
+Pustaka
Mata Batin

Mata Batin

Seorang ibu menyusui butuh asupan ektra. Kadet turun setelah mengambil semua buah. Menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajahnya. Seketika itu juga Kadet terkejut hingga tubuhnya mundur ke belakang. "Astaga, dia!" ****
1019.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 575 kali sebagai kedutan dibawah mata
Baca
+Pustaka
Terperangkap Dalam Hubungan Gelap

Terperangkap Dalam Hubungan Gelap

Aku menyakiti berbagai pihak dan itu menyakiti diriku sendiri. Aku mengaplikasikan foundation serta concealer cukup banyak di bagian bawah mata usai mengompresnya menggunakan es batu supaya mataku tidak terlihat bengkak. Aku mengenakan bedak tabur serta lipstik yang selaras dengan warna kulitku. Aku menatap pantulan diriku di cermin dan berbisik, “Jangan nangis lagi, Bi. Jangan nangis lagi.”
1011.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 325 kali sebagai kedutan dibawah mata
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status