KEMBALINYA SANG RATU
Di udara, balon kertas dilepaskan, terbang menuju langit, membawa mantra bersama:
“Kejujuran tanam di dada,
Kesucian gerak di ladang,
Teknologi rangkai jalinan,
Peradaban pun bertahan.”
Lintang berdiri di tengah kerumunan, mengusap debu lembut di bajunya. “Inilah babak baru,” katanya kepada Pak Slamet, Bu Rina, Pak Yanto, dan rekan global lain yang hadir. “Ketika benih bumi bersatu, pohon birch berdiri, kurma berbuah, dan ikan menari di laut—maka kita tahu: kita adalah satu.”