Tarian Persembahan Sang Ratu
Sang ratu berucap dengan suara sengau.
“Iya, wajazakillah, Gusti Ratu,” balas Azam. Tak paham apa kata lelaki asal Yaman itu, Arunika hanya diam saja.
“Lalu kami kemari ingin menanyakan kelanjutan kesepakatan damai kita, Gusti Ratu. Bukankah kemaren seperti yang engkau katakan jika hujan turun maka kami diizinkan menyebarkan ajaran Islam di istana ini, tentunya kepada rakyat jika tuannya sudah memeluk ajaran baru ini akan ikut pula.” Azam menuntut janji perempuan itu. Malas sebenarnya dia. Yang ia pahami terkadang pemikiran wanita sedikit bahkan sangat sulit dimengerti, tapi tak ada pilihan lain, yang bertakhta kini seorang ratu.
Capítulos Populares