Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
7 Ramadhan Tanpamu

7 Ramadhan Tanpamu

Suara bedil bleson terdengar memekakan telinga yang dimainkan oleh anak-anak kampung ini. Zeira yang sedang berada di dalam ruang tamu rumah petak yang disewanya ini hanya terdiam sembari memberi asi anaknya. Bulan ramadhan ini adalah bulan pertama setelah menikah. Jauh dari keluarga suami terlebih lagi keluarga semuanya merupakan saudara tiri peninggalan dari ayahnya. "Bang, pulanglah! Walaupun hanya punya uang sedikit," bujuk Zeira memelas pada suaminya, mereka berbicara lewat telepon genggam.
107.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 283 kali sebagai keluarga iqbaal ramadhan
Baca
+Pustaka
Di Balik Nama dan Luka

Di Balik Nama dan Luka

⸻ Giliran berikutnya, Iqbal. Bocah pemalu itu berdiri tanpa berkata-kata cukup lama. Kertas di tangannya bergetar. Di sana tertulis: Iqbal Rachman. Itu nama dari ayah kandung yang tak pernah dikenalnya, tapi meninggalkan ibunya dalam hutang dan penganiayaan. “Aku… aku cuma ingin punya nama yang bukan dari orang yang nggak pernah sayang aku.”
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai keluarga iqbaal ramadhan
Baca
+Pustaka
Terperangkap Gairah sang Mantan

Terperangkap Gairah sang Mantan

Jika tidak membaik setelah meminum obat ini, ia memang harus pergi ke dokter. Selama berada di rumah Iqbal, keluarga Iqbal menyambut Karina dengan hangat. Ibu Iqbal yang lembut dalam bertutur kata. Sedangkan Ayah Iqbal yang tegas dan sedikit menakutkan namun baik. Adik Iqbal yang masih bersekolah di SMA sangat cantik dan ramah. “Tante senang ada perempuan yang dibawa ke rumah sama Iqbal.” Ratih, ibu Iqbal. “Ibu harap kamu bisa memaklumi sikap Iqba yang kadang-kadang suka jahil.”
9.590.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.6K kali sebagai keluarga iqbaal ramadhan
Baca
+Pustaka
Diamnya Seorang Istri

Diamnya Seorang Istri

sahut Adam. Tiba-tiba saja terdengar suara yang berasal dari ruang tamu. Saat Alina hendak bangkit ia dikejutkan oleh kepulangan Iqbal, putra sambungnya. Namun ada yang aneh, karena Iqbal tidak sendiri. "Assalamu'alaikum, Yah, Ma." Iqbal mencium punggung tangan Adam dan juga Alina. "Wa'alaikumsalam, pulang kok nggak bilang sama ayah," sahut Adam.
1015.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 386 kali sebagai keluarga iqbaal ramadhan
Baca
+Pustaka
MALAM PERTAMA DENGAN BOS MAFIA

MALAM PERTAMA DENGAN BOS MAFIA

Aku mengangguk mengerti. "Iqbal." Bapak memanggil. Aku dan Iqbal menoleh pada lelaki itu. "Tolong jaga Kiran baik-baik ya. Jangan biarkan teman-temanmu menjahili dia," mohon Bapak bersungguh-sungguh. "Siap, Bang Bambang." Iqbal menaruh hormat. "Apalagi dia anakmu, pasti akan kujaga dengan baik." Pemuda itu tampak serius berjanji.
9.933.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai keluarga iqbaal ramadhan
Baca
+Pustaka
Istri kedua Tuan Salman

Istri kedua Tuan Salman

sahut tuan besar Imran pada istri mudanya. "Ayo tuan" ucap madam Rose dengan bersemangat menyambut kepulangan putra sulungnya. Semua anggota keluarga keluar rumah menyambut Iqbal yang sudah datang dengan menenteng satu koper di tangannya. "Iqbal" teriak madam Rose saat melihat putranya. Iqbal dengan cepat berlari ke pelukan sang ibu, begitulah seorang anak sedewasa apa pun dia pasti tetap saja terlihat seperti anak kecil bila dengan ibunya.
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai keluarga iqbaal ramadhan
Baca
+Pustaka
TULPA

TULPA

Walau begitu, aku dapat mendengar terdapat tekanan di setiap kalimatnya. "Dia bukan pengganggu! Iqbal itu keluargaku. Mama, Rai, Tante Oliv, Om Mario, Iqbal, Gelang, Dion, Risky, Vino, dan ... Kelam mereka keluargaku. Jadi, jangan menyentuh mereka seujung kuku pun." "Apa yang kamu katakan! Mereka semua pengganggu! Pengganggu harus dimusnahkan!"
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 215 kali sebagai keluarga iqbaal ramadhan
Baca
+Pustaka
Nafkah Sejuta Suamiku

Nafkah Sejuta Suamiku

Rima hanya tersenyum sinis melihat Iqbal yang tak akan bisa melawannya. ******************************* Saat ini Iqbal berada di luar rumah. Iqbal mengambil rokok dari sakunya dan mulai menyalakannya. Akhir - akhir ini Iqbal sering merokok hanya untuk menenangkan pikirannya. Padahal saat bersama Andini, Iqbal tak pernah sedikitpun merokok. Iqbal tak menyangka jika kehidupannya akan menderita seperti ini. Bahkan dia tak bisa mendidik istrinya itu. Mengingat jika selama ini Rima lah yang membiayai keluarganya.
101.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai keluarga iqbaal ramadhan
Baca
+Pustaka
Batal Akad

Batal Akad

Sejak tinggal bersama Parmi, ibunya menjadi senang sekali mengoceh tidak jelas. Iqbal duduk diapit oleh kedua orangtuanya, adiknya dan juga paman dan bibinya. Mereka membawakan aneka buah tangan untuk keluarga Parni. Mulai dari aneka kue bolu, parcel buah, puding coklat, dan aneka kue basah. Walaupun sudah pernah melakukan lamaran pada pernikahan sebelumnya, tetap saja Iqbal merasa deg-degan. Tentu saja hatinya senang, karena ia telah menemukan wanita yang baik untuk pendamping hidupnya, gadis pula. Untuk itulah Iqbal memperlakukan Parni sangat spesial. Ah, betapa beruntungnya Parni saat ini.
9.921.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 545 kali sebagai keluarga iqbaal ramadhan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status