Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dokter Izma

Dokter Izma

Sahut Azam "Kemana?" "Aku punya sebuah tempat yang spesial untuk kita berdua." Lalu Azam beranjak dan menggantik kaos oblongnya dengan kemeja. Begitupula dengan Izma. Dia mengganti pakaianya di hadapan Azam. Kini Izma seolah tidak punya rasa malu lagi melakukan hal itu. Dan Azam hanya bisa tersenyum gemas. Setelah berdadan cantik Izma pun di gandeng oleh Azam segera turun dari apartemennya menuju ke mobil taxi yang sudah dia pesan. Mereka menuju ke sebuah tempat yang sudah Azam rencanakan.
9.732.7K viewsCompletedAdded to Library 818 Times as kemal idris
Read
+Library
Cinta Seorang Pria

Cinta Seorang Pria

sindir Kemal membuat tuan Fawaz menjadi kesal. Fawaz Al Hadid seorang pria berdarah Turki, seorang pengusaha otomotif yang cukup terkenal dikalangan pemain bisnis juga wanita pengejar pria kaya. Di usianya yang menjelang 60 tahun, tuan Fawaz masih terlihat bugar layaknya pria berusia 40 tahun. Kemal adalah putra pertamanya dari istri pertama seorang wanita berdarah Maroko.
1011.5K viewsOngoingAdded to Library 334 Times as kemal idris
Read
+Library
Kadrun

Kadrun

seru Zulaikah membuyarkan lamunan Kadrun. “O, oh, ya? Terima kasih sekali atas penghargaan, Ibu.” Kadrun berusaha menunduk ketika mata mereka beradu. Entah kenapa darah Kadrun langsung berdesir dan jantungnya berdetak tak karuan. Hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya pada Kadrun. “Saya mungkin juga akan mengajak Bapak Kadrun untuk bekerjasama pada desain pakaian muslim Haura terbaru yang rencananya akan diluncurkan awal tahun depan,”
4.1K viewsCompletedAdded to Library 111 Times as kemal idris
Read
+Library
Sekretaris Kumal Idaman Presdir

Sekretaris Kumal Idaman Presdir

Aldara sudah menyiapkan ruang meeting dan menata meja kursinya dengan baik, tidak lama kemudian Alastair masuk bersama seorang pria bertubuh tegap berwajah tampan dengan sentuhan iris biru di matanya. Pria itu melemparkan senyuman manis ke arah Aldara, netranya bergerak naik turun memperhatikan penampilan Aldara. Membuat sang empunya merasa risih. "Ada apa, Edward?" tanya Alastair saat mendapati rekannya itu terus memperhatikan Aldara. "Dia siapa?" Edward balik bertanya tanpa mengalihkan pandangan dari Aldara. "Dia sekretarisku, namanya Aldara."
109.0K viewsCompletedAdded to Library 188 Times as kemal idris
Read
+Library
Salah Kamar

Salah Kamar

Natha segera membenamkan wajahnya di dada Kenzie. Di sana Natha bisa mendengar jelas bagaimana cepatnya jantung suaminya saat ini Sungguh tidak ada penyesalan di dalam diri Natha saat ini, walaupun pernikahan antara dirinya dan juga Kenzie adalah sebuah kecelakaan yang memalukan. Kenzie bukanlah type lelaki yang suka berbuat kasar seperti dirinya. Kenzie juga type lelaki idaman dan pengertian menurutnya.
1010.1K viewsOngoingAdded to Library 333 Times as kemal idris
Read
+Library
KRAMLER

KRAMLER

Kerajaan pun langsung mengirim Marwen dan timnya untuk menangkap honum yang telah meneror penduduk Hurmit. Tim Marwen adalah salah satu dari tiga puluh tim kramler–pasukan penangkap honum. Untuk menjadi seorang kramler, seseorang harus berlatih keras selama bertahun-tahun di Akademi Kramler. Setelah lulus pun mereka tidak bisa langsung bertugas. Mereka baru bisa dipromosikan menjadi seorang kramler jika ada anggota kramler yang meninggal atau berhenti. Jumlah honum yang terus meningkat dan betapa berbahaya dan mematikannya mereka membuat proses promosi berlangsung cepat.
2.2K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as kemal idris
Read
+Library
Firdaus

Firdaus

"Duluan ya, Man." "Yo, hati-hati." Dan setelah itu Sulaiman memainkan keyboard lagi. Alunannya sangat merdu, bikin baper siapa saja yang mendengarnya. Wajah seriusnya yang tampan, dengan tinggi hampir 180cm membuatnya terlihat sangat memesona. Haikal terus mendengarkan tanpa bosan sehingga tidak sadar kalau sudah sore. "Udah sore nih, kamu gak pulang?"
102.8K viewsOngoingAdded to Library 107 Times as kemal idris
Read
+Library
Rahim Kedua

Rahim Kedua

Aliya sedang membaca naskahnya untuk event hari pertama yang diselenggaran hari ini. Ketika dia sedang duduk sendiri, tiba-tiba seorang lelaki berdiri di depannya. Meskipun ia tak menatapnya, namun Aliya yakin jika orang tersebut adalah laki-laki, tercium dari aroma parfume maskulinnya sama dengan yang Reza pakai. “Selamat siang, saya Sean Ravindra kameramen yang baru bergabung hari ini. Salam kenal dan mohon bantuannya.” Laki-laki itu menyapa dengan sopan dan semangat. Mungkin karena ini adalah pekerjaan pertamanya.
104.9K viewsCompletedAdded to Library 161 Times as kemal idris
Read
+Library
Memar Termanis

Memar Termanis

Javeline melirik ke layar dashboard, lalu menekan tombol untuk menjawab panggilan. “Selamat siang?” suara perempuan dari speaker terdengar jelas, memenuhi ruang mobil. “Iya, siang. Dengan siapa ya?” Paula merespons sambil membenahi posisi duduknya. “Bisa saya bicara dengan Ibu Paula Douma?” “Benar, ini saya sendiri. Ada apa ya?” tanya Paula, alisnya sedikit mengernyit. “Saya Evelyn, wali kelas Darex Kendrick,” jawab suara itu dengan nada tegas namun sopan.
101.4K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as kemal idris
Read
+Library
Imamku dari Seoul

Imamku dari Seoul

Haruskah Hamas mengakui tentang hubungannya dengan Sabiya? Idris menggigit bibir bawahnya, ingin nimbrung tetapi takut. "Dia," Idris mulai membuka suara. "Kak Hamas ini dosennya Kak Sabiya dulu waktu kuliah sekaligus teman. Umurnya tiga puluh satu tahun, golongan darah O, tinggi seratus tujuh puluh lima senti meter," jelas Idris panjang lebar sambil berusaha membuang semua kekhawatiran.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 80 Times as kemal idris
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status