Suamiku Jadul
kataku seraya mengambil satu ember pelet ikan,kuberikan padanya.
Dia kemudian kembali berjalan sambil membawa ember berisipelet.
“Satu, dua, tiga,” dalam hati aku menghitung langkahnyasebelum sampai ke titian tersebut, sebenarnya ada jalan lain, tapi jauh karenaharus mengintari kolam.
Dia berjalan lagi, kuperhatikan sepatunya, lah, itu pastisepatu mahal, akan kecebur nanti ke kolam ikan lele yang berlumpur.