Dua Sisi Menantu
Dan benar, kini semuanya menjadi menyakitkan dan berat bagi Bunda.
Ah, kenapa Bunda lebih bisa peka dan merasa dibanding Ibu? Bahkan sampai kini Ibu masih saja terus menghubungiku. Bertanya, mengapa batal, mengapa tak jadi, mengapa putus, mengapa, mengapa, dan mengapa lainnya. Tak peka sama sekali.
**