PERNIKAHAN DUA ALAM
Pikir Adisti cemas.
“Bau harum?” tanya Adisti memastikan. Ia sedang mencari alasan yang tepat agar kakeknya percaya.
“Iya. Biasanya bau ini dari makhluk tidak kasatmata, alias bangsa demit.” Kartilan duduk di kursi yang berada di teras. Adisti mengikuti duduk di seberang.
“Gak ada, Mbah. Itu ... bau parfum Adisti. Ya, itu bau parfum terbaruku, Mbah.” Adisti bersorak senang telah menemukan jawaban yang tepat.