PASIENKU ADALAH ISTRI MANTAN
Kami duduk di salah satu kursi yang paling dekat dengan penjualnya.
"Biasa mas, sup buah satu, dan dokter mau pesan apa?" tanyaku pada dokter Andi. Tumben banget dia nggak rewel walaupun dipanggil dokter bukan mas.
"Jus alpukat satu, Mas," jawabnya.
Sambil menunggu pesanan datang, kami terdiam dengan ponsel masing-masing. Aku tidak tahu apa yang dipikirkan dokter Andi. Dia seperti menghindar dari tatapanku.