Sentuhan Panas Sahabat Pacarku
“Ara, Mama salah, Mama bodoh, Nak, Mama gak pantas jadi ibu kamu. Mama buta, Mama terlalu ikut kata Papa kamu. Mama terlalu kasihan sama Ana sampai Mama lupa, anak yang paling berharga buat Mama itu kamu,”
Air mata Ara jatuh makin deras. Ia menggigit bibir, tubuhnya bergetar hebat.
“Kenapa, Ma? Kenapa Mama tega banget sama aku? Apa karena aku, bukan anak Mama?” suaranya serak, penuh kekecewaan.
Indri mendongak dengan wajah basah. “Jangan bilang gitu, Ara! Kamu darah daging Mama sendiri! Kamu lahir dari rahim Mama! Kamu satu-satunya kebanggaan Mama!”
Hot Chapters