Jangan Baca Novel Ini!
"Jawab dong! Jangan diem aja kayak patung! Kamu tuh makin lama makin aneh, tau nggak? Awal-awal emang enak banget, punyamu yang gede, terus kamu tahan lama. Tapi makin lama, sama kamu tuh rasanya hampa! Kamu nggak pernah puas, kan? Mau seberapa sering pun kita ngelakuinnya, kamu kayak ga punya gairah sama sekali ke aku!"
"Udahlah, Fel, aku juga pusing sama kondisiku ini," jawab Pak Argan, dia menyandar ke tembok, lalu menghela nafas berat.
"Pusing? Cuma itu alesan kamu? Oke, oke, kalau kamu emang nggak bisa ngehargain aku sebagai pacar kamu, mending kita udahan aja malem ini!"